Suara Online
  • Beranda
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Teknologi
Subscribe
Suara OnlineSuara Online
Aa
Search
  • Pages
    • Home
    • Blog Index
    • Contact Us
    • Search Page
    • 404 Page
  • Categories
  • Personalized
    • My Saves
    • My Feed
    • My Interests
    • History
Follow US
5 Kebiasaan Buruk Masyarakat Indonesia yang Mengakar dan Sulit Ditinggalkan

Beranda – masyarakat indonesia – 5 Kebiasaan Buruk Masyarakat Indonesia yang Mengakar dan Sulit Ditinggalkan

ArtikelBeritaopini

5 Kebiasaan Buruk Masyarakat Indonesia yang Mengakar dan Sulit Ditinggalkan

Salsabila Humairo Azzahro
Salsabila Humairo Azzahro
Share
SHARE

Suaraonline.com – Di balik keramahan dan budaya gotong royong yang sering dibanggakan, ada beberapa kebiasaan buruk masyarakat Indonesia yang tanpa sadar terus dipelihara. 

Contents
1. Tidak Disiplin Waktu2. Mengucapkan janji “InsyaAllah” Sebagai basa-basi untuk Menolak 3. Makan Mie dengan Nasi4. Tidak Pandai Menjaga Fasilitas Umum5. Lebih Suka menyoroti Orang-orang Bermasalah Ketimbang Orang Berprestasi

Kebiasaan ini dianggap sepele, bahkan lumrah, padahal dampaknya terasa dalam kehidupan sosial sehari-hari. Jika dibiarkan, ia bukan sekadar rutinitas, melainkan karakter kolektif yang sulit diubah.

1. Tidak Disiplin Waktu

    Datang terlambat kerap dianggap hal biasa. Janjian pukul 10.00 bisa mundur menjadi 10.30 tanpa rasa bersalah. Padahal, kebiasaan buruk masyarakat Indonesia dalam hal disiplin waktu ini mencerminkan rendahnya penghargaan terhadap waktu orang lain.

    2. Mengucapkan janji “InsyaAllah” Sebagai basa-basi untuk Menolak 

      Alih-alih menolak secara tegas, sebagian orang memilih mengatakan “insyaAllah” sebagai cara halus untuk menghindar. 

      Padahal, penggunaan kata tersebut seharusnya bernilai doa dan harapan, bukan sekadar tameng sosial untuk menyenangkan lawan bicara.

      3. Makan Mie dengan Nasi

        Karbohidrat bertemu karbohidrat sudah seperti tradisi. Makan mie instan terasa kurang lengkap jika tidak dipadukan dengan nasi. 

        Meski dianggap selera pribadi, pola ini mencerminkan kebiasaan konsumsi yang kurang memperhatikan keseimbangan gizi.

        4. Tidak Pandai Menjaga Fasilitas Umum

          Fasilitas umum sering kali tidak dijaga sebagaimana mestinya. Trotoar yang seharusnya menjadi hak pejalan kaki justru dipakai pengendara motor untuk menghindari macet atau dipenuhi pedagang. 

          Ini menunjukkan kebiasaan buruk masyarakat Indonesia dalam memprioritaskan kenyamanan pribadi dibanding kepentingan bersama.

          5. Lebih Suka menyoroti Orang-orang Bermasalah Ketimbang Orang Berprestasi

            Kasus sensasional lebih cepat viral dibanding prestasi membanggakan. Orang yang bermasalah sering menjadi pusat perhatian, sementara mereka yang berprestasi justru tenggelam. Fenomena ini memperlihatkan kecenderungan sosial yang lebih menyukai drama daripada inspirasi.

            Mengubah kebiasaan memang tidak mudah. Namun, menyadari bahwa kebiasaan buruk masyarakat Indonesia ini nyata dan berdampak adalah langkah awal untuk memperbaiki diri. Perubahan besar selalu dimulai dari kesediaan untuk mengoreksi hal-hal kecil yang selama ini dianggap wajar.

            Baca Juga: Dampak Patriarki pada Pola Pikir Anak Perempuan

            Editor: Annisa Adelina Sumadillah.

            TAGGED: masyarakat indonesia, Kebiasaan Buruk Masyarakat Indonesia
            Share This Article
            Facebook Twitter Copy Link Print
            Leave a comment

            Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

            Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

            Verified Blog

            Seedbacklink

            Rumah Anak Surga

            Hotel Karantina Qur’an

            Rental Motor Semarang

            You Might Also Like

            5 Alasan Masyarakat Indonesia Suka Ngaret
            ArtikelBeritaopini

            5 Alasan Masyarakat Indonesia Suka Ngaret

            2 Min Read
            Miris! Banyak Perempuan Merawat Sistem Patriarki Lewat Dalih “Demi Kebaikan”
            ArtikelBeritaopini

            Miris! Banyak Perempuan Merawat Sistem Patriarki Lewat Dalih “Demi Kebaikan”

            4 Min Read
            Dunia Kesehatan Indonesia Tidak Baik-Baik Saja: Ketika Sehat Hanya untuk yang Punya Uang
            ArtikelInformasi

            Dunia Kesehatan Indonesia Tidak Baik-Baik Saja: Ketika Sehat Hanya untuk yang Punya Uang

            3 Min Read
            Potret Rumah Sakit di Indonesia: Ketika Isi Dompet Lebih Diutamakan daripada Nyawa
            ArtikelInformasi

            Potret Rumah Sakit di Indonesia: Ketika Isi Dompet Lebih Diutamakan daripada Nyawa

            3 Min Read
            Suara Online

            Suaraonline.com : The voice of netizen

            • Tentang Kami
            • Pedoman Media Siber
            • Redaksi
            • Disclaimer
            • Privacy Police
            Welcome Back!

            Sign in to your account

            Lost your password?