Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah. Jika tidak dikendalikan dengan baik, diabetes bukan hanya memengaruhi kadar glukosa dalam tubuh, tetapi juga dapat menimbulkan berbagai komplikasi diabetes yang berdampak pada kualitas hidup penderitanya.

Menurut World Health Organization (WHO), diabetes dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, gangguan penglihatan, hingga amputasi pada tungkai bawah. Oleh karena itu, penting bagi penderita diabetes untuk menjaga kadar gula darah tetap terkendali melalui pola makan sehat, aktivitas fisik, penggunaan obat sesuai anjuran dokter, serta pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Lantas, apa saja komplikasi diabetes yang perlu diwaspadai? Berikut lima di antaranya.

1. Neuropati Diabetik atau Kerusakan Saraf

Salah satu komplikasi diabetes yang paling sering terjadi adalah neuropati diabetik, yaitu kerusakan saraf akibat kadar gula darah tinggi yang berlangsung dalam waktu lama.

Gejalanya bisa berupa:

  • Kesemutan.
  • Mati rasa pada kaki atau tangan.
  • Sensasi seperti terbakar.
  • Nyeri yang muncul tanpa sebab jelas.

Neuropati membuat penderita sulit merasakan luka atau cedera kecil sehingga berisiko mengalami infeksi yang lebih serius.

2. Retinopati Diabetik yang Mengganggu Penglihatan

Retinopati diabetik terjadi ketika kadar gula darah tinggi merusak pembuluh darah kecil pada retina.

Pada tahap awal, kondisi ini sering tidak menimbulkan gejala. Namun, seiring waktu penderita dapat mengalami:

  • Penglihatan kabur.
  • Muncul bintik hitam pada pandangan.
  • Sulit melihat pada malam hari.
  • Penurunan kemampuan melihat hingga kebutaan apabila tidak ditangani.

Karena itu, penderita diabetes disarankan melakukan pemeriksaan mata secara berkala meskipun belum merasakan keluhan.

3. Luka Diabetes Sulit Sembuh dan Berisiko Amputasi

Inilah salah satu komplikasi yang paling sering diabaikan.

Kadar gula darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah dan saraf sehingga aliran darah menuju kaki menjadi terganggu. Akibatnya, luka kecil sekalipun membutuhkan waktu lebih lama untuk sembuh.

Selain itu, penderita diabetes yang mengalami neuropati sering tidak menyadari adanya luka karena kaki terasa mati rasa. Luka yang tidak dirawat dengan baik dapat mengalami infeksi, berkembang menjadi ulkus diabetik, hingga menyebabkan kerusakan jaringan.

Dalam kondisi yang berat, dokter mungkin perlu melakukan amputasi untuk mencegah infeksi menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Untuk mengurangi risiko tersebut, penderita diabetes dianjurkan:

  • Memeriksa kondisi kaki setiap hari.
  • Menggunakan alas kaki yang nyaman.
  • Menjaga kebersihan kaki.
  • Segera memeriksakan diri ke tenaga kesehatan apabila terdapat luka, lecet, atau perubahan warna kulit.

4. Penyakit Ginjal Akibat Diabetes

Diabetes merupakan salah satu penyebab utama penyakit ginjal kronis.

Kadar gula darah yang tinggi dapat merusak pembuluh darah kecil di ginjal sehingga kemampuan organ tersebut dalam menyaring limbah dan cairan tubuh menjadi menurun.

Pada tahap awal, kerusakan ginjal sering kali tidak menimbulkan gejala sehingga pemeriksaan fungsi ginjal secara berkala menjadi sangat penting bagi penderita diabetes.

5. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung dan Stroke

Selain memengaruhi organ tertentu, diabetes juga meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak pembuluh darah dan mempercepat pembentukan plak pada arteri. Kondisi tersebut meningkatkan kemungkinan terjadinya:

  • Serangan jantung.
  • Stroke.
  • Penyakit arteri perifer.

Risiko akan semakin tinggi apabila diabetes disertai tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, kebiasaan merokok, dan kurang aktivitas fisik.

Cara Mengurangi Risiko Komplikasi Diabetes

Meski komplikasi diabetes dapat terjadi, risikonya bisa ditekan melalui pengelolaan penyakit yang baik.

Beberapa langkah yang dianjurkan meliputi:

  • Menjaga kadar gula darah tetap sesuai target yang ditentukan dokter.
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
  • Berolahraga secara rutin.
  • Mengonsumsi obat sesuai resep.
  • Berhenti merokok.
  • Memeriksa mata, ginjal, kaki, dan jantung secara berkala.

Diabetes melitus bukan hanya menyebabkan gula darah tinggi, tetapi juga dapat memicu berbagai komplikasi diabetes seperti neuropati diabetik, retinopati diabetik, penyakit ginjal, luka yang sulit sembuh, hingga penyakit jantung dan stroke.

Semakin cepat diabetes dikendalikan, semakin kecil pula risiko terjadinya komplikasi. Karena itu, jangan abaikan pemeriksaan kesehatan rutin dan segera berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami gejala yang mengarah pada komplikasi diabetes.

Baca Juga : Real Food Bukan Soal Dikukus atau Digoreng, Ini Penjelasan Lengkapnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *