Suara Online
  • Beranda
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Teknologi
Subscribe
Suara OnlineSuara Online
Aa
Search
  • Pages
    • Home
    • Blog Index
    • Contact Us
    • Search Page
    • 404 Page
  • Categories
  • Personalized
    • My Saves
    • My Feed
    • My Interests
    • History
Follow US
Negara Minim Obesitas Di Dunia

Beranda – obesitas – Negara Minim Obesitas: 3 Negara Ini Miliki Penduduk yang Banyak Makan Tapi Tetap Kurus

ArtikelGaya HidupInformasi

Negara Minim Obesitas: 3 Negara Ini Miliki Penduduk yang Banyak Makan Tapi Tetap Kurus

Annisa Adelina
Annisa Adelina
Share
SHARE

Suaraonline.com – Fenomena negara minim obesitas selalu menarik dibahas, apalagi ketika warganya dikenal banyak makan tetapi tetap bertubuh ramping. Kondisi ini sering bikin penasaran apakah karena pola makan, kebiasaan hidup, atau faktor genetik? 

Faktanya, beberapa negara di dunia memang memiliki penduduk dengan metabolisme yang lebih cepat, aktivitas fisik tinggi, serta lingkungan yang mendukung tubuh tetap ideal. Inilah mengapa ada negara minim obesita yang menjadi sorotan dunia.

Negara Minim Obesitas Di Dunia

Salah satu contoh negara minim obesitas adalah Tibet. Warga Tibet hidup di dataran tinggi dengan suhu yang sangat dingin sehingga tubuh mereka bekerja lebih keras untuk menghangatkan diri. 

Metabolisme tinggi ini membuat mereka tetap kurus meski konsumsi makanan mereka cukup tinggi. Selain itu, aktivitas fisik harian yang berat berjalan kaki jauh dan hidup di wilayah pegunungan membuat tubuh mereka terus “bekerja”.

Lalu ada Negara Kenya, yang menjadi salah satu negara minim obesita karena gaya hidup masyarakatnya yang sangat aktif. 

Banyak penduduk Kenya terbiasa berjalan jauh setiap hari, bekerja di luar ruangan, dan menjalani pola hidup yang tidak sedentary. 

Makanan pokok mereka pun cenderung alami dan minim olahan, sehingga tubuh lebih mudah membakarnya. Kombinasi aktivitas intens dan pola makan tradisional membuat mereka tetap ramping.

Di negara Kanada Utara dan Alaska, masyarakat Inuit , di wilayah Kutub juga dikenal sebagai kelompok dengan tingkat obesitas rendah. Meski konsumsi makanan mereka tinggi kalori, seperti daging laut dan lemak hewan, mereka tetap kurus karena suhu ekstrem membuat tubuh harus membakar energi lebih banyak. 

Faktor genetik pun berperan secara alami beradaptasi untuk memproses lemak dengan efisien.

Kesimpulannya, negara minim obesita seperti Tibet, Kenya, dan masyarakat Inuit membuktikan bahwa genetik, lingkungan ekstrem, dan aktivitas harian jauh lebih berpengaruh daripada sekadar jumlah makanan yang dikonsumsi.

Baca Juga:

TAGGED: obesitas, Negara Minim Obesitas Di Dunia
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified Blog

Seedbacklink

Rumah Anak Surga

Hotel Karantina Qur’an

Rental Motor Semarang

You Might Also Like

Kecelakaan Motor vs Motor Terjadi di Jalan Wolter Monginsidi Pedurungan, Kendaraan Rusak Parah
BeritaInformasi

Kecelakaan Motor vs Motor Terjadi di Jalan Wolter Monginsidi Pedurungan, Kendaraan Rusak Parah

2 Min Read
Kebakaran Dini Hari di Kawasan Kartini Semarang, Enam Rumah Hangus Terbakar
BeritaInformasi

Kebakaran Dini Hari di Kawasan Kartini Semarang, Enam Rumah Hangus Terbakar

1 Min Read
Aksi Atraksi Remaja di Jalan Raya Semarang Kembali Disorot, Keselamatan Jadi Taruhan
BeritaInformasi

Aksi Atraksi Remaja di Jalan Raya Semarang Kembali Disorot, Keselamatan Jadi Taruhan

2 Min Read
Kecelakaan Berulang Kerap Dikaitkan dengan Takdir, Kesadaran Keselamatan Masih Jadi Tantangan
BeritaInformasi

Kecelakaan Berulang Kerap Dikaitkan dengan Takdir, Kesadaran Keselamatan Masih Jadi Tantangan

2 Min Read
Suara Online

Suaraonline.com : The voice of netizen

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy Police
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?