Suara Online
  • Beranda
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Teknologi
Subscribe
Suara OnlineSuara Online
Aa
Search
  • Pages
    • Home
    • Blog Index
    • Contact Us
    • Search Page
    • 404 Page
  • Categories
  • Personalized
    • My Saves
    • My Feed
    • My Interests
    • History
Follow US
Mengatasi Imposter Syndrome yang Bikin Tidak Percaya Diri dalam Kehidupan dan Karier

Beranda – Imposter Syndrome – Mengatasi Imposter Syndrome yang Bikin Tidak Percaya Diri dalam Kehidupan dan Karier

Artikel

Mengatasi Imposter Syndrome yang Bikin Tidak Percaya Diri dalam Kehidupan dan Karier

Salsabila Humairo Azzahro
Salsabila Humairo Azzahro
Share
Mengatasi Imposter Syndrome yang Bikin Tidak Percaya Diri dalam Kehidupan dan Karier
SHARE

Suara Online – Imposter syndrome adalah kondisi ketika seseorang merasa dirinya tidak pantas atas pencapaian yang dimiliki. Perasaan ini sering muncul meski bukti kemampuan sudah jelas.

Banyak orang dengan imposter syndrome merasa kesuksesan mereka hanyalah kebetulan. Mereka takut suatu saat akan “terbongkar” sebagai orang yang tidak kompeten.

Imposter syndrome tidak memandang latar belakang. Pelajar, pekerja, bahkan orang berprestasi tinggi pun bisa mengalaminya.

Perasaan ragu yang terus-menerus membuat kepercayaan diri menurun. Akibatnya, potensi diri tidak bisa berkembang secara maksimal.

Salah satu pemicu imposter syndrome adalah kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain. Padahal, setiap orang memiliki proses yang berbeda.

Ketika terlalu fokus pada kekurangan, pencapaian yang sudah diraih sering kali diabaikan. Hal ini memperkuat pikiran negatif tentang diri sendiri.

Imposter syndrome juga membuat seseorang takut mencoba hal baru. Rasa takut gagal dan dinilai tidak mampu menjadi penghambat utama.

Jika dibiarkan, kondisi ini dapat mempengaruhi kesehatan mental. Stres, cemas, dan kelelahan emosional bisa muncul tanpa disadari.

Langkah awal mengatasi imposter syndrome adalah menyadari bahwa perasaan ini bukan fakta. Ia hanyalah persepsi yang terbentuk dari pola pikir.

Mencatat pencapaian kecil dapat membantu membangun sudut pandang yang lebih objektif. Dari sana, rasa percaya diri perlahan tumbuh.

Berbicara dengan orang terpercaya juga membantu meredakan imposter syndrome. Dukungan dan sudut pandang luar sering kali membuka mata.

Menerima bahwa tidak ada manusia yang sempurna adalah kunci penting. Kesalahan adalah bagian dari proses belajar, bukan bukti ketidakmampuan.

Imposter syndrome bisa dikurangi dengan fokus pada progres, bukan validasi orang lain. Setiap langkah maju patut dihargai.

Ketika kita mulai percaya pada proses diri sendiri, rasa ragu perlahan melemah. Kepercayaan diri pun terbentuk secara alami.

Pada akhirnya, imposter syndrome tidak menghilang dengan instan. Namun, dengan kesadaran dan latihan, kita bisa tetap melangkah meski rasa ragu datang.

Baca Juga : The Power of Small Wins: Mengapa Kemenangan Kecil Penting dalam Proses Hidup

Editor : Salsabila Humairo Azzahro

TAGGED: Imposter Syndrome, percaya diri, Self Improvement
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified Blog

Seedbacklink

Rumah Anak Surga

Hotel Karantina Qur’an

Rental Motor Semarang

You Might Also Like

Usai Kecelakaan Maut di Jalan Lingkar Salatiga
ArtikelBeritaInformasi

Kurangnya Kesabaran Berkendara Jadi Sorotan Usai Kecelakaan Maut di Jalan Lingkar Salatiga

2 Min Read
Bangun Kebebasan Finansial Lebih Cepat dengan Strategi Investasi Emas
ArtikelInformasi

Bangun Kebebasan Finansial Lebih Cepat dengan Strategi Investasi Emas

2 Min Read
Gaji Segitu-Gitu Aja? Ini Cara Karyawan Tetap Bisa Punya Tabungan Emas
ArtikelInformasi

Gaji Segitu-Gitu Aja? Ini Cara Karyawan Tetap Bisa Punya Tabungan Emas

2 Min Read
Menyiapkan Dana Haji dan Umrah dengan Investasi Emas, Solusi Jangka Panjang yang Stabil
ArtikelInformasi

Menyiapkan Dana Haji dan Umrah dengan Investasi Emas, Solusi Jangka Panjang yang Stabil

2 Min Read
Suara Online

Suaraonline.com : The voice of netizen

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy Police
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?