Suara Online
  • Beranda
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Teknologi
Subscribe
Suara OnlineSuara Online
Aa
Search
  • Pages
    • Home
    • Blog Index
    • Contact Us
    • Search Page
    • 404 Page
  • Categories
  • Personalized
    • My Saves
    • My Feed
    • My Interests
    • History
Follow US
Krisis Identitas: Ketika Seseorang Tidak Lagi Mengenali Dirinya Sendiri dan Cara Menghadapinya

Beranda – Krisis Identitas – Krisis Identitas: Ketika Seseorang Tidak Lagi Mengenali Dirinya Sendiri dan Cara Menghadapinya

ArtikelInformasi

Krisis Identitas: Ketika Seseorang Tidak Lagi Mengenali Dirinya Sendiri dan Cara Menghadapinya

Salsabila Humairo Azzahro
Salsabila Humairo Azzahro
Share
Krisis Identitas: Ketika Seseorang Tidak Lagi Mengenali Dirinya Sendiri dan Cara Menghadapinya
SHARE

Suara Online – Krisis identitas adalah kondisi psikologis ketika seseorang merasa bingung, kosong, atau tidak lagi mengenali siapa dirinya. 

Situasi ini sering muncul pada fase transisi hidup, seperti memasuki usia dewasa, perubahan karier, kegagalan besar, atau tekanan sosial yang terus-menerus. 

Banyak orang mengira krisis identitas hanya dialami remaja, padahal kenyataannya bisa terjadi pada siapa saja.

Salah satu tanda krisis identitas adalah hilangnya arah hidup. Seseorang merasa menjalani hari hanya untuk memenuhi tuntutan, bukan berdasarkan keinginan pribadi. 

Nilai, tujuan, bahkan mimpi yang dulu diyakini perlahan terasa asing. Perbandingan sosial di media digital juga memperparah kondisi ini, karena standar kesuksesan sering ditentukan oleh orang lain.

Krisis identitas juga kerap disertai kelelahan emosional. Seseorang bisa merasa tidak puas meskipun terlihat “baik-baik saja” di mata orang lain. 

Hal ini terjadi karena ada jarak antara diri yang dijalani dengan diri yang sebenarnya diinginkan. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memicu stres berkepanjangan dan penurunan kepercayaan diri.

Menghadapi krisis identitas membutuhkan keberanian untuk berhenti sejenak dan melakukan refleksi. 

Mengenali kembali nilai hidup, minat, serta batasan diri adalah langkah awal yang penting. Menulis jurnal, mengurangi distraksi, dan memberi ruang untuk berpikir jujur tentang diri sendiri dapat membantu proses ini.

Selain itu, penting untuk memahami bahwa krisis identitas bukan tanda kegagalan, melainkan sinyal pertumbuhan. 

Banyak orang menemukan versi diri yang lebih autentik justru setelah melewati fase ini. Dengan kesadaran, kesabaran, dan dukungan yang tepat, krisis identitas dapat menjadi titik balik menuju kehidupan yang lebih selaras dan bermakna.

Baca Juga : Mengelola Konflik Tanpa Drama dan Overthinking agar Hubungan Tetap Sehat

TAGGED: Krisis Identitas
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified Blog

Seedbacklink

Rumah Anak Surga

Hotel Karantina Qur’an

Rental Motor Semarang

You Might Also Like

Muak dengan Masalah Banjir, Sampai Banjir Jadi Tradisi : Siapa yang Paling Dominan Disalahkan?
ArtikelInformasi

Muak dengan Masalah Banjir, Sampai Banjir Jadi Tradisi : Siapa yang Paling Dominan Disalahkan?

4 Min Read
Kenapa Masyarakat Indonesia Masih Bandel Buang Sampah Sembarangan?
ArtikelInformasi

Kenapa Masyarakat Indonesia Masih Bandel Buang Sampah Sembarangan?

4 Min Read
Faktanya, Soal Lingkungan Masyarakat Lebih Toxic dari Pemerintah
BeritaInformasi

Faktanya, Soal Lingkungan Masyarakat Lebih Toxic dari Pemerintah

3 Min Read
Kepergok Razia, Sejoli Asyik Bermesraan di Mobil Bergoyang Pantai Bandengan Jepara
BeritaInformasi

Kepergok Razia, Sejoli Asyik Bermesraan di Mobil Bergoyang Pantai Bandengan Jepara

2 Min Read
Suara Online

Suaraonline.com : The voice of netizen

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy Police
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?