Suara Online
  • Beranda
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Teknologi
Subscribe
Suara OnlineSuara Online
Aa
Search
  • Pages
    • Home
    • Blog Index
    • Contact Us
    • Search Page
    • 404 Page
  • Categories
  • Personalized
    • My Saves
    • My Feed
    • My Interests
    • History
Follow US
Mengapa Perubahan Diri Sering Berujung pada Kehilangan Teman: Proses Bertumbuh yang Tidak Selalu Mudah

Beranda – Self Improvement – Mengapa Perubahan Diri Sering Berujung pada Kehilangan Teman: Proses Bertumbuh yang Tidak Selalu Mudah

ArtikelInformasi

Mengapa Perubahan Diri Sering Berujung pada Kehilangan Teman: Proses Bertumbuh yang Tidak Selalu Mudah

Salsabila Humairo Azzahro
Salsabila Humairo Azzahro
Share
Mengapa Perubahan Diri Sering Berujung pada Kehilangan Teman: Proses Bertumbuh yang Tidak Selalu Mudah
SHARE

Suara Online – Perubahan diri adalah bagian alami dari proses bertumbuh. Seiring waktu, seseorang bisa mengalami pergeseran nilai, tujuan hidup, hingga cara berpikir. 

Namun, tidak jarang perubahan ini justru membuat jarak dengan orang-orang terdekat, termasuk teman. 

Fenomena ini sering memunculkan pertanyaan: mengapa perubahan justru berujung pada kehilangan teman?

Salah satu penyebab utamanya adalah perbedaan nilai yang semakin terlihat. Ketika seseorang berkembang, prioritas hidupnya bisa berubah. Hal-hal yang dulu dianggap penting bersama, kini mungkin tidak lagi sejalan. 

Perbedaan nilai ini dapat menciptakan ketidaknyamanan dalam hubungan pertemanan jika tidak dibicarakan secara terbuka.

Selain itu, perubahan sering memicu rasa tidak aman pada orang lain. Saat seseorang bertumbuh, sebagian teman bisa merasa tertinggal atau terancam, meski tidak diungkapkan secara langsung. 

Kondisi ini dapat menimbulkan jarak emosional, konflik pasif, atau bahkan hubungan yang perlahan merenggang.

Faktor lain adalah berkurangnya intensitas interaksi. Ketika fokus hidup berubah, waktu dan energi yang diberikan untuk pertemanan juga bisa berkurang. 

Jika kedua belah pihak tidak saling memahami, hubungan bisa terasa hambar dan akhirnya memudar dengan sendirinya.

Kehilangan teman akibat perubahan bukan berarti kegagalan dalam bersosialisasi. Justru, ini bisa menjadi tanda bahwa seseorang sedang memasuki fase hidup yang baru. Pertemanan yang sehat seharusnya tumbuh bersama, bukan saling menahan.

Pada akhirnya, perubahan diri mengajarkan bahwa tidak semua orang harus ikut dalam setiap fase kehidupan kita. 

Melepaskan beberapa hubungan bisa terasa menyakitkan, tetapi sering kali hal itu membuka ruang bagi pertemanan yang lebih sejalan, dewasa, dan saling mendukung.

Baca Juga : Mengenal Diri Sendiri Melalui Hal-Hal yang Tidak Disukai sebagai Proses Pendewasaan Emosional

TAGGED: Self Improvement, Perubahan Diri
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified Blog

Seedbacklink

Rumah Anak Surga

Hotel Karantina Qur’an

Rental Motor Semarang

You Might Also Like

5 Dosa Masyarakat Indonesia yang Sulit Dimaklumi
ArtikelInformasi

5 Dosa Masyarakat Indonesia yang Sulit Dimaklumi

3 Min Read
Mengapa Kematian Dianggap Jalan Keluar Paling Mudah bagi Remaja
ArtikelInformasi

Mengapa Kematian Dianggap Jalan Keluar Paling Mudah bagi Remaja

2 Min Read
Tragedi Remaja Bandung: Saat Nyawa Terasa Murah dan Kematian Seolah Mudah Dibeli
ArtikelInformasi

Tragedi Remaja Bandung: Saat Nyawa Terasa Murah dan Kematian Seolah Mudah Dibeli

2 Min Read
Di Negeri Ini, Perempuan Boleh Sekolah Tinggi Asal Tak Terlihat Terlalu Maju
ArtikelBeritaopini

Di Negeri Ini, Perempuan Boleh Sekolah Tinggi Asal Tak Terlihat Terlalu Maju

2 Min Read
Suara Online

Suaraonline.com : The voice of netizen

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy Police
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?