Suara Online, Semarang – Momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) menjadi waktu yang paling dinanti masyarakat, khususnya untuk merayakan pergantian malam tahun baru 2025 menuju 2026.
Di Kota Semarang, kawasan Simpang Lima kembali menjadi pusat keramaian dan dipadati warga lokal maupun pendatang dari luar daerah.
Berdasarkan informasi yang diunggah akun Instagram @portalsemarang, suasana di sekitar Simpang Lima pada malam pergantian tahun terlihat ramai oleh arus kendaraan dan aktivitas masyarakat.
Kepadatan lalu lintas terjadi seiring dengan adanya konser dan hiburan yang digelar di kawasan tersebut, sehingga menarik minat masyarakat untuk berkumpul dan merayakan malam tahun baru.
Meski Pemerintah Kota Semarang sebelumnya telah melarang penggunaan kembang api di area padat perayaan, khususnya di kawasan Simpang Lima, hal tersebut tidak menyurutkan antusiasme masyarakat.
Warga tetap memadati kawasan pusat kota untuk menikmati suasana pergantian tahun bersama keluarga maupun rekan.
Pantauan dari unggahan media sosial menunjukkan kendaraan dengan pelat nomor K, AA, AD, dan AB mendominasi ruas jalan di sekitar Simpang Lima.
Selain itu, kendaraan dengan pelat luar daerah seperti F, L, dan B juga tampak memasuki Kota Semarang, menandakan tingginya minat masyarakat dari luar kota untuk merayakan malam tahun baru di ibu kota Jawa Tengah tersebut.
Kepadatan kendaraan dan pengunjung membuat sejumlah ruas jalan di sekitar Simpang Lima mengalami perlambatan arus lalu lintas.
Meski demikian, masyarakat tetap terlihat menikmati suasana perayaan dengan tertib dan mematuhi pengaturan lalu lintas yang ada.
Hingga malam pergantian tahun berlangsung, belum dilaporkan adanya gangguan keamanan yang menonjol.
Aparat dan petugas terkait tetap disiagakan di sejumlah titik guna memastikan perayaan malam tahun baru berjalan aman dan kondusif bagi seluruh masyarakat.
Baca Juga : Kecelakaan di Jalur Rel Bugen–Bangetayu Sebabkan Kemacetan Lalu Lintas
Editor : Salsabila Humairo Azzahro




