Suara Online
  • Beranda
  • Berita
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Teknologi
Subscribe
Suara OnlineSuara Online
Aa
Search
  • Pages
    • Blog Index
    • Contact Us
    • Search Page
    • 404 Page
  • Categories
  • Personalized
    • My Saves
    • My Feed
    • My Interests
    • History
Follow US
Ketika Ghosting Jadi Normal: Apakah Kita Mulai Kehilangan Empati?

Beranda – Ghosting – Ketika Ghosting Jadi Normal: Apakah Kita Mulai Kehilangan Empati?

Artikel

Ketika Ghosting Jadi Normal: Apakah Kita Mulai Kehilangan Empati?

Annisa Adelina Sumadillah
Annisa Adelina Sumadillah 22 Views Published
Share
SHARE

Suaraonline.com – Fenomena ghosting kini tidak hanya terjadi dalam hubungan romantis, tetapi juga dalam pertemanan, pekerjaan, bahkan interaksi singkat di media sosial. 

Kenapa Ghosting Mulai Terasa Normal?

Pertama, komunikasi yang terlalu cepat membuat hubungan terasa instan.

Di era pesan yang hanya membutuhkan satu detik untuk dikirim, orang merasa mudah muncul dan menghilang tanpa konsekuensi. 

Kecepatan interaksi ini membuat kualitas komunikasi menurun, sehingga ghosting dianggap jalan pintas untuk mengakhiri percakapan tanpa perlu penjelasan.

Kedua, hubungan yang dibangun rapuh turut memperkuat fenomena ini. Banyak hubungan terbentuk dari interaksi singkat tanpa kedalaman emosional yang memadai. 

Ketika tidak ada fondasi yang kuat, rasa tanggung jawab untuk memberi penutup juga ikut menipis. Akhirnya, menghilang terasa lebih sederhana dibandingkan menghadapi percakapan sulit.

Ketiga, hiburan yang semakin beragam membuat ekspektasi makin tinggi. 

Orang dengan mudah membandingkan interaksi nyata dengan standar hubungan yang ditampilkan di film, media sosial, atau drama korea. 

Ketika seseorang tidak memenuhi “standar ideal” itu, mereka dengan cepat merasa bosan dan memilih pergi tanpa penjelasan. 

Ghosting pun akhirnya menjadi pola yang dianggap efisien, meski menyisakan luka bagi pihak lain.

Fenomena ini menunjukkan satu hal: normalisasi ghosting sebenarnya tanda bahwa empati sedang menipis. 

Menghilang mungkin terasa nyaman bagi satu pihak, namun meninggalkan jejak emosional bagi pihak lain. 

Jika ingin membangun hubungan yang sehat, keberanian untuk memberi penjelasan tetap jauh lebih bernilai daripada sekadar pergi begitu saja. Semoga bermanfaat.

Editor : Annisa Adelina Sumadillah

TAGGED: Ghosting, Kenapa Ghosting Mulai Terasa Normal?
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Verified Blog

Seedbacklink

Rumah Anak Surga

Hotel Karantina Qur’an

Rental Motor Semarang

You Might Also Like

male medical figure with front brain highlighted
ArtikelGaya Hidup

3 Aktivitas Olahraga Otak untuk Cegah Brain Rot, Bisa Bantu Tingkatkan Fokus

3 Min Read
man showing business card car
ArtikelOtomotitf

Cara Bikin SIM Digital Gratis, Aktivasi Tak Sampai 5 Menit

4 Min Read
closeup fuel nozzles gas station
ArtikelBerita

Alasan Harga Pertamax Naik Mulai 10 Juni 2026, Pertamina Sebut Pengaruh Harga Minyak Dunia

2 Min Read
Begini Cara Cerdas Yayasan Alfatihah Saat Kelola Ribuan Hewan Qurban
ArtikelInformasi

Begini Cara Cerdas Yayasan Alfatihah Saat Kelola Ribuan Hewan Qurban

8 Min Read
Suara Online

Suaraonline.com : The voice of netizen

  • Tentang Kami
  • Sitemap
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Privacy Police
Welcome Back!

Sign in to your account


Lost your password?