Suaraonline.com – Butterfly era merupakan salah satu istilah yang tidak asing lagi terdengar di media sosial terutama kalangan gen z. Istilah tersebut bermakna ketika seseorang mengalami fase jatuh cinta dan kagum dengan seseorang maka perasaannya campur aduk seperti senang, gugup, malu menjadi satu.
Hal ini dinamakan butterfly era karena perasaan manusia tersebut diibaratkan sebagai metamorfosis ulat kepompong yang kemudian menjadi kupu-kupu sangat cantik. Pada perasaan manusia maka hal ini dikaitkan jika saat jatuh cinta mengalami perubahan gaya hidup, emosional, bahkan pola pikir.
Yuk simak ciri-cirinya!
Ciri-ciri Butterfly Era
Saat sedang mengalami kasmaran atau butterfly era, tentu ada perubahan atau ciri-ciri yang terjadi pada seseorang. Berikut ini adalah ciri-cirinya:
1. Rasa Gugup Berlebihan
Seseorang yang sedang dalam fase butterfly era pasti akan merasakan rasa gugup yang berlebihan terutama saat sedang bertemu orang yang ia kagumi. Jantung akan berdetak dengan sangat kencang, keringat dingin, dan kesulitan berbicara lancar.
2. Sering Salah Tingkah
Salah tingkah merupakan hal yang wajar dialami saat seseorang sedang jatuh cinta. Sering merapikan rambut, membenarkan baju, menyusun kata-kata dengan sangat hati-hati dan hal-hal lainnya sehingga tidak ada kesalahan sekecil apapun ketika bertemu dengan orang yang ia kagumi.
3. Merasakan Kebahagiaan
Orang yang sedang dalam masa butterfly era pasti akan merasakan kebahagiaan dalam dirinya yang begitu mendalam. Ketika dulu tidak merasakan semangat dalam menjalani aktivitas, saat mengalami kasmaran biasanya seseorang akan lebih semangat dan bahagia.
4. Sulit Fokus Terhadap Sesuatu
Karena cenderung membayangkan dan memikirkan orang yang dicintai, biasanya orang yang sedang dalam fase kasmaran akan sulit fokus terhadap sesuatu. Hal ini merupakan tanda yang paling banyak dialami seseorang saat butterfly era.
5. Mencari Kesempatan Bertemu
Saat seseorang sedang dalam fase kasmaran, biasanya suka mencari-cari alasan untuk bertemu dengan orang yang ia kagumi. Ia akan sengaja menghadiri acara yang sama atau ikut terlibat dalam suatu hal dengan orang yang ia suka supaya bisa lebih intens untuk dekat.
6. Meningkatkan Kreativitas
Saat sedang dalam fase jatuh cinta, tak jarang seseorang juga makin semangat dalam melakukan kreativitas atau upgrade diri. Hal itu terjadi karena ia melihat kebiasaan dari orang yang ia kagumi agar bisa merasa setara dan paham dengan hal-hal yang disukainya.
Pembelajaran yang Dapat Diambil Saat Mengalami Butterfly Era
Jatuh cinta adalah fitrah manusia dan wajar ketika seseorang mengalami hal ini. Banyak orang yang menganggap ketika jatuh cinta akan menyebabkan menjadi bodoh dan gila. Namun hal tersebut kembali lagi pada diri dan bagaimana cara kita bersikap atau mengendalikannya.
Tidak selamanya orang yang sedang jatuh cinta akan terpengaruh hal-hal yang negatif. Faktanya, banyak pembelajaran yang dapat diambil saat seseorang sedang mengalami fase kasmaran ini yaitu:
1. Menghargai Sebuah Proses
Ketika hendak mendekati orang yang kita sukai pasti ada proses yang harus dilalui sebelum memastikan bahwa dia memang benar-benar suka dan jatuh cinta. Proses itu terkadang membutuhkan kesabaran dan waktu yang lama.
2. Mengajarkan Keikhlasan
Saat seseorang yang kita sukai tidak menyukai balik, maka kita tidak bisa memaksakan hal tersebut. Oleh karena itu, jika ada penolakan maka akan mengajarkan kita sebuah keikhlasan jika hal-hal yang kita kagumi belum tentu menjadi takdir terbaik bagi kita.
3. Membuat Semangat Upgrade Diri
Ketika kita menyukai orang yang paham agama pasti malu jika agamanya masih biasa-biasa saja. Ketika kita menyukai orang yang berpendidikan pasti malu kalau belum bisa berpendidikan tinggi, ketika menyukai orang yang gila kerja pasti akan malu juga ketika hanya bermalas-masalan.
Itulah sebabnya, saat sedang dalam fase butterfly era seseorang terkadang menjadi semangat untuk upgrade diri supaya lebih layak dan merasa pantas untuk bersanding dengan orang yang ia kagumi.
Itulah tadi pembahasan mengenai ciri-ciri dan pembelajaran yang didapat ketika mengalami butterfly era. Pada dasarnya, jatuh cinta bukan berarti hal yang buruk dan salah dirasakan oleh manusia.
Cinta merupakan perasaan yang normal, dan yang paling terpenting adalah kita dapat mengendalikan serta mengontrol perasaan tersebut agar tidak sampai merugikan diri sendiri dan orang lain.
Baca Juga: Teknik Shadow Work: Proses Mengenal Diri dan 3 Cara Menerapkannya!
Penulis: Suci Wulandari




