Suara Online
  • Beranda
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Teknologi
Subscribe
Suara OnlineSuara Online
Aa
Search
  • Pages
    • Home
    • Blog Index
    • Contact Us
    • Search Page
    • 404 Page
  • Categories
  • Personalized
    • My Saves
    • My Feed
    • My Interests
    • History
Follow US
Mengapa Validasi Diri Lebih Penting daripada Terus Mencari Pengakuan Sosial

Beranda – Self Improvement – Mengapa Validasi Diri Lebih Penting daripada Terus Mencari Pengakuan Sosial

ArtikelInformasi

Mengapa Validasi Diri Lebih Penting daripada Terus Mencari Pengakuan Sosial

Salsabila Humairo Azzahro
Salsabila Humairo Azzahro
Share
Mengapa Validasi Diri Lebih Penting daripada Terus Mencari Pengakuan Sosial
SHARE

Suara Online – Di tengah kehidupan sosial yang semakin terbuka, banyak orang tanpa sadar menggantungkan rasa berharga pada penilaian orang lain. Jumlah likes, komentar, atau pujian sering dijadikan tolok ukur keberhasilan dan kebahagiaan.

Padahal, ketika nilai diri sepenuhnya ditentukan oleh validasi sosial, seseorang rentan merasa kosong saat pengakuan itu tidak datang.

Validasi diri berarti kemampuan untuk mengakui perasaan, usaha, dan pencapaian tanpa harus menunggu persetujuan orang lain. 

Saat seseorang mampu berkata, “aku sudah cukup berusaha,” maka ketenangan batin tidak lagi mudah goyah oleh pendapat eksternal. Inilah fondasi penting bagi kesehatan mental yang stabil.

Ketergantungan pada validasi sosial membuat seseorang hidup dalam tekanan ekspektasi. Keputusan sering diambil bukan berdasarkan kebutuhan diri, melainkan demi diterima lingkungan. 

Akibatnya, kelelahan emosional muncul karena terus berusaha memenuhi standar yang belum tentu sejalan dengan nilai pribadi.

Sebaliknya, validasi diri memberi ruang untuk mengenal batas dan keinginan sendiri. Kesalahan tidak lagi dianggap kegagalan total, melainkan bagian dari proses belajar. Pujian menjadi bonus, bukan kebutuhan utama untuk merasa layak.

Bukan berarti validasi dari orang lain tidak penting sama sekali. Dukungan sosial tetap berharga, namun tidak seharusnya menjadi satu-satunya sumber rasa percaya diri. Ketika validasi diri sudah kuat, kritik tidak mudah melukai, dan pujian tidak membuat terlena.

Pada akhirnya, hubungan yang sehat dengan diri sendiri adalah kunci. Saat seseorang mampu menghargai dirinya tanpa sorotan sosial, ia akan menjalani hidup dengan lebih tenang, jujur, dan bebas dari rasa takut tidak diakui.

Baca Juga : Emosi yang Dipendam Diam-Diam Dapat Menguras Energi Hidup Tanpa Disadari

TAGGED: Self Improvement, Pengakuan Sosial, Validasi Diri
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified Blog

Seedbacklink

Rumah Anak Surga

Hotel Karantina Qur’an

Rental Motor Semarang

You Might Also Like

Banjir di Pati Rendam Lahan Pertanian, Aktivitas Petani Terhenti dan Ancaman Gagal Panen Meningkat
BeritaInformasi

Banjir di Pati Rendam Lahan Pertanian, Aktivitas Petani Terhenti dan Ancaman Gagal Panen Meningkat

2 Min Read
Pati Berduka, Banjir Rendam 12 Kecamatan dan 48 Desa, Akses Jalan Lumpuh
BeritaInformasi

Pati Berduka, Banjir Rendam 12 Kecamatan dan 48 Desa, Akses Jalan Lumpuh

2 Min Read
Proses yang Tidak Terlihat Lebih Penting daripada Hasil: Tentang Bertumbuh Diam-Diam tanpa Pengakuan
ArtikelInformasi

Proses yang Tidak Terlihat Lebih Penting daripada Hasil: Tentang Bertumbuh Diam-Diam tanpa Pengakuan

2 Min Read
Hidup Tidak Selalu Menanjak: Belajar Menerima Fase Stagnan sebagai Bagian dari Proses Bertumbuh
ArtikelInformasi

Hidup Tidak Selalu Menanjak: Belajar Menerima Fase Stagnan sebagai Bagian dari Proses Bertumbuh

2 Min Read
Suara Online

Suaraonline.com : The voice of netizen

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy Police
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?