Suara Online, Semarang – Banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pada Senin (12/01/2026). Peristiwa ini mengakibatkan 12 kecamatan dan 48 desa terendam air, sebagaimana dikutip dari laporan Times Indonesia.
Luapan air terjadi akibat intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Pati dan sekitarnya dalam beberapa waktu terakhir.
Banjir tersebut memicu berbagai dampak serius bagi masyarakat. Sejumlah sawah warga terendam air, sehingga berpotensi menimbulkan kerugian bagi sektor pertanian.
Selain itu, beberapa akses jalan utama tidak dapat dilalui secara normal dan menyebabkan kemacetan panjang, terutama di jalur penghubung antarwilayah.
Arus banjir yang cukup kuat juga dilaporkan menyebabkan terjadinya longsor di beberapa titik.
Kondisi ini menambah tingkat kerawanan di wilayah terdampak dan menghambat mobilitas warga maupun proses penanganan darurat.
Pemerintah Kabupaten Pati bergerak cepat dengan memprioritaskan upaya evakuasi warga dari daerah rawan banjir.
Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan risiko dan mencegah adanya korban jiwa akibat bencana tersebut.
Aparat terkait bersama tim gabungan terus melakukan pemantauan di lapangan sembari menunggu kondisi air surut.
Hingga berita ini diturunkan, banjir masih menggenangi sejumlah wilayah, dan warga diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.
Pemerintah daerah juga mengingatkan masyarakat untuk mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama sambil menunggu situasi kembali normal.
Baca Juga : Banjir di Bangetayu Kulon Kembali Terjadi, Drainase Diduga Tak Mampu Tampung Debit Hujan




