Suara Online, Semarang – Proyek peninggian jalan di jalur Semarang–Demak mulai dikerjakan pada Selasa (13/01/2026) sore sekitar pukul 16.00 WIB.
Informasi tersebut diketahui dari unggahan live report akun Instagram @portalsemarang.
Pekerjaan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas infrastruktur serta antisipasi genangan air di kawasan tersebut.
Seiring dimulainya proyek, perhatian publik tertuju pada peran pemerintah dalam melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pengguna jalan.
Jalur Semarang–Demak merupakan akses vital yang setiap hari dilalui kendaraan pribadi, angkutan umum, hingga kendaraan logistik.
Tanpa penyampaian informasi yang jelas, proyek berpotensi menimbulkan kebingungan, kemacetan, serta risiko kecelakaan lalu lintas.
Pemerintah diharapkan tidak hanya fokus pada pelaksanaan teknis proyek, tetapi juga memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang memadai.
Sosialisasi terkait tahapan pengerjaan, perubahan kondisi jalan, kemungkinan rekayasa lalu lintas, hingga estimasi waktu penyelesaian dinilai penting agar pengguna jalan dapat menyesuaikan aktivitas dan rute perjalanan.
Selain itu, keberadaan rambu peringatan, pembatas proyek, serta petugas di lapangan menjadi bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam menjamin keselamatan selama proses pengerjaan berlangsung.
Kurangnya informasi di lapangan dikhawatirkan dapat meningkatkan potensi kecelakaan, terutama pada jam-jam padat kendaraan.
Masyarakat pun diimbau untuk tetap waspada, mematuhi rambu lalu lintas, dan mengikuti arahan petugas demi kelancaran bersama.
Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah, pelaksana proyek, dan pengguna jalan, pengerjaan peninggian jalan diharapkan dapat berjalan tertib, aman, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi mobilitas warga.
Baca Juga : Peninggian Jalan Arah Semarang–Demak Mulai Dikerjakan, Pengguna Jalan Diminta Lebih Waspada




