Suaraonline.com – Husein Ja’far Al Hadar atau lebih dikenal dengan nama Habib Ja’far, tengah mencuri perhatian publik karena aksinya yang ikut meramaikan tren “At Least” yang sedang ramai di media sosial.
Tren yang isinya membandingkan suatu kondisi dan terdapat sisi positif yang masih bisa disyukuri. Cara bermainnya yaitu dengan menambahkan kata “at least” di awal kalimat. Banyak influencer serta anak muda yang membuat tren tersebut.
Tak ingin ketinggalan yang sedang viral, Habib Ja’far ikut meramaikan tren tersebut yang kemudian diunggah pada platform tik tok dengan video berdurasi singkat. Keikutsertaannya dalam tren tersebut berhasil menuai pujian dan respon positif dari warganet.
Habib Ja’far menggandeng pemuka agama Budha untuk mengikuti tren tersebut. Video yang diunggah tersebut diberi caption “At Least, Kita Berbeda Tapi Bersama. Stak!”, dalam video tersebut mereka saling roasting satu sama lain. Namun siapa sangka, aksi nya tersebut membuat warganet tertawa dan merasakan indahnya toleransi.
Video tersebut ramai dengan berbagai komentar lucu dan positif. Pembawaannya yang lucu dengan menyebutkan sisi lemah masing-masing membuat warganet mengapresiasi aksi keduanya. Video berdurasi singkat itu mengandung makna yang dalam, warganet ramai yang meminta untuk Habib Ja’far mengajak tokoh lain untuk ikut tren tersebut.
Karena ramainya permintaan dan pembawaan yang seru di video sebelumnya, Beliau akhirnya mengunggah video baru bersama Ustadz dari Muhammadiyah. Video terbarunya yang diberi judul “Habib & Muhammadiyah” juga ramai dengan pujian.
Seperti yang kita tahu bahwa di Indonesia terdapat banyak organisasi Islam yang tujuannya sama untuk memajukan Islam. Dua organisasi Islam terbesar dan berpengaruh di Indonesia yaitu NU dan Muhammadiyah seringkali berselisih akibat perbedaan keduanya dalam praktik keagamaan, manhaj, perhitungan puasa dan lebaran, serta masih banyak lagi.
Video tersebut berisi tentang hal-hal yang sering diperdebatkan umat muslim di Indonesia, seperti jumlah rakaat tarawih, ziarah kubur, perhitungan hari besar, dan beberapa perbedaan lainnya. Lagi-lagi video yang dibawakan membuat warganet terkagum, karena kedua nya seperti menyampaikan jika perbedaan itu bukan masalah yang besar.
Komentar Warganet Terhadap Video Habib Ja’far
Dua video unggahan tersebut menuai banyak pujian, komentar lucu dari para warganet. Tidak sedikit yang berkomentar dan memuji gaya berdakwahnya melalui hal yang trending dan sedang populer. Menurut mereka, cara dakwah beliau membuktikan jika dakwah bisa dilakukan dengan cara yang santai dengan memanfaatkan tren yang ada.
Dikenal sebagai sosok pendakwah yang aktif di media sosial, kerap menggunakan pendekatan dialog, humor anak muda, serta isu-isu terkini. Media sosial merupakan tempat yang strategis sebagai media berdakwah untuk menyebarkan pesan kebaikan, toleransi, dengan cara yang relevan.
Tren “At Least” yang diikuti oleh beliau bukan hanya untuk mengikuti tren viral melainkan dimanfaatkan untuk menyampaikan dakwah dan toleransi terhadap sesama. Beliau juga dikenal sebagai pemuka agama yang memiliki sikap toleransi yang tinggi, terlihat dari video podcast nya yang kerap mengundang bintang tamu dengan agama yang berbeda.
Warganet berharap agar semua pemuka agama terutama pemuka agama Islam dapat mengikuti cara Habib Ja’far dalam berdakwah. Cara yang adaptif, inklusif, dan penuh empati sangat dibutuhkan oleh masyarakat di era digital seperti ini.
Penulis: Lintang Suryaningrum




