Suaraonline.com – Sebagai sosok wanita yang sering kali dianggap kuat dalam segala hal, terkadang membuat wanita memiliki luka bawah sadar dalam dirinya sehingga wanita kerap kali mengatakan tidak membutuhkan laki-laki, dan hal inilah bisa terjadi karena mother wound.
Mother wound merupakan luka ibu yang menurun ke generasi selanjutnya atau anaknya. Hal ini biasanya terjadi karena keluarga yang kurang harmonis. Seorang wanita yang fitrahnya menerima cinta yang utuh, mendapatkan kasih sayang, perlindungan dan kelembutan justru menghadapi hal yang bertolak belakang.
Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Yuk kenali bersama!
Mengenal Mother Wound
Tanpa kita sadari, ibu merupakan sumber utama luka bagi generasinya terhadap femininity. Tak jarang juga, kita sering kali menyerap banyak luka yang berasal dari ibu sebelum kita sempat mengalami dan mengerti apa artinya menjadi seorang wanita dan ibu seutuhnya.
Tak sedikit dari kita yang tumbuh melihat sosok ibu berjuang untuk anak-anaknya dan menanggung segala beban hidup itu tanpa adanya sosok pendamping atau ayah yang bertanggung jawab. Tak jarang pula mempunyai ibu yang banyak tuntutan dan kritik dan membuat anak justru merasa takut.
Ternyata hal tersebut memiliki dampak yang dimana akan membuat alam bawah sadar seorang anak untuk mengunci sisi kelembutan dan berjanji pada diri sendiri untuk bisa menjadi kuat dan dilarang keras untuk lemah.
Pada akhirnya, kita menggunakan sisi kemandirian sebagai sebuah tameng dalam hidup dan hal itu akan terus menurun saat kita beranjak dewasa.
Cara Mengatasi Mother Wound
Dengan memahami luka yang sesungguhnya, maka kita akan jauh lebih memahami mengenai mother wound. Berikut ini cara terbaik dalam mengatasi mother wound yang bisa dilakukan:
1. Mencintai Diri Sendiri
Penting sekali bagi kita untuk mencintai diri sendiri. Mother wound bukanlah kesalahan seorang anak dan hal yang salah jika kita menyalahkan diri sendiri. Cobalah untuk memulai membangun hubungan yang sehat dengan sederhana yaitu dimulai mencintai diri sendiri.
2. Memahami Kesalahan Ibu
Meskipun mother wound merupakan luka dari ibu, perlu bagi kita untuk bisa memahami jika mungkin saja di masa lalu ibu kita juga mengalami luka dan trauma yang sama. Tidak ada salahnya jika kita juga bisa mengenal dan memahami apa yang dirasakan oleh ibu.
3. Merawat Diri Sendiri
Ketika kebutuhan emosional saat kecil tidak terpenuhi, maka saat dewasa mulailah untuk merawat dan memulihkan rasa trauma dan takut itu secara perlahan. Jika luka dan trauma di masa lalu dibiarkan begitu saja, maka bisa terbawa dampak negatifnya saat dewasa.
4. Meningkatkan Kesadaran Diri
Cara terbaik dalam mengatasi mother wound selanjutnya adalah meningkatkan kesadaran diri. Kenali luka dan trauma masa lalumu dan mulailah untuk menerima itu semua. Ketika kita sudah memahami emosi diri sendiri, maka kita akan jauh lebih tenang menerima kekurangan.
5. Konsultasikan dengan Ahli
Ketika sudah di titik perlu untuk mengkonsultasikan permasalahan ke psikolog, maka mulailah untuk melakukannya. Psikolog akan memberikan solusi terhadap masalah yang dialami sehingga kita bisa lebih paham hal apa saja yang seharusnya dilakukan.
Itulah tadi pembahasan mengenai mother wound dan cara mengatasinya. Setiap anak memiliki trauma dan luka di masa lalu yang mungkin berbeda-beda. Namun tak jarang, justru trauma terbesar itu berasal dari keluarga seperti seorang ibu.
Cara terbaik untuk memulihkannya adalah dengan menerima dan memahami diri sendiri jika di dunia ini pasti seseorang memiliki beban hidup dan cobaannya masing-masing. Setiap bentuk luka, trauma, dan pengalaman buruk di masa lalu merupakan bagian dari perjalanan hidup.
Baca Juga: Anak Perempuan Pertama dan Segala Tanggung Jawab yang Diam-Diam Ia Pikul
Penulis: Suci Wulandari




