Suara Online – Selama ini, banyak orang fokus pada cara mengatur waktu agar lebih produktif. Jadwal dibuat rapi, to-do list disusun panjang, tetapi tetap merasa lelah dan kewalahan.
Hal ini terjadi karena yang sering dilupakan bukan soal waktu, melainkan energi yang digunakan untuk menjalani aktivitas sehari-hari.
Waktu setiap orang sama, yaitu 24 jam. Namun, energi yang dimiliki berbeda-beda dan bisa berubah sepanjang hari.
Ada saat tubuh dan pikiran berada di kondisi optimal, tetapi ada juga momen ketika energi menurun drastis.
Jika aktivitas berat dipaksakan saat energi rendah, hasilnya justru tidak maksimal dan memicu kelelahan.
Mengatur energi berarti mengenali kapan diri sendiri paling fokus, bersemangat, dan tenang. Pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi sebaiknya dilakukan saat energi mental sedang baik.
Sementara itu, tugas ringan bisa dikerjakan ketika energi mulai menurun. Dengan cara ini, pekerjaan terasa lebih ringan meski waktu yang digunakan sama.
Selain itu, menjaga energi juga berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari. Pola tidur yang cukup, jeda istirahat yang teratur, serta batasan yang jelas terhadap distraksi sangat berpengaruh pada kualitas energi.
Tanpa disadari, terlalu sering memaksakan diri justru membuat waktu terasa habis tanpa hasil berarti.
Mengatur energi juga berarti berani mengatakan cukup. Tidak semua undangan, tuntutan, atau ekspektasi harus dipenuhi. Dengan memilih aktivitas yang benar-benar penting, energi dapat digunakan secara lebih bijak dan berkelanjutan.
Pada akhirnya, hidup yang seimbang tidak hanya soal seberapa padat jadwal kita, tetapi seberapa cerdas kita menjaga dan menggunakan energi yang dimiliki.
Baca Juga : Kebiasaan Kecil yang Diam-Diam Menurunkan Kualitas Hidup tanpa Disadari




