Suara Online, Salatiga – Sebuah kecelakaan lalu lintas melibatkan truk terjadi di turunan Jalan Lingkar Salatiga, tepatnya di dekat kawasan Gamil, pada pagi hari Kamis (16/01/2026).
Informasi kejadian tersebut diketahui dari unggahan akun Instagram @portalsemarang yang menyebutkan bahwa truk diduga mengalami rem tidak berfungsi dengan baik saat melintasi jalur turunan.
Peristiwa ini kembali menyoroti tingginya risiko yang dihadapi pengemudi kendaraan berat, terutama saat melintasi jalur menurun dengan tingkat kemiringan cukup tajam.
Salah satu warganet dalam kolom komentar unggahan tersebut bahkan menyebutkan bahwa kecelakaan di lokasi itu kerap terjadi, sehingga diperlukan perhatian serius dari berbagai pihak.
Selain faktor teknis kendaraan, aspek kesiapan pengemudi menjadi hal penting yang tidak bisa diabaikan.
Pemahaman tentang teknik berkendara di jalur turunan, seperti penggunaan engine brake, pengaturan kecepatan, serta kepatuhan terhadap batas muatan kendaraan, menjadi kunci utama dalam mencegah kecelakaan serupa.
Kondisi fisik pengemudi juga memiliki peran besar. Kelelahan, kurang istirahat, atau kurangnya konsentrasi dapat memperbesar risiko kecelakaan, terutama saat mengendalikan kendaraan dengan bobot besar.
Oleh karena itu, edukasi dan pelatihan berkala bagi sopir truk dan bus dinilai sangat penting, tidak hanya soal teknis mengemudi, tetapi juga manajemen risiko di jalan.
Kecelakaan ini diharapkan tidak hanya dipandang sebagai peristiwa lalu lintas semata, melainkan menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kompetensi dan kesiapan pengemudi kendaraan berat demi keselamatan bersama di jalan raya.
Baca Juga : Truk Kecelakaan di Turunan Jalan Lingkar Salatiga, Dugaan Rem Blong Kembali Jadi Sorotan




