Suaraonline.com — Tahukah kamu jika terdapat manfaat bengong? Bengong kerap dipersepsikan negatif. Tak jarang, orang yang melamun sebentar langsung ditegur, bahkan dikaitkan dengan hal-hal mistis seperti kesurupan.
Namun, jarang yang tahu bahwa bengong dalam kajian psikologi dan neurosains, justru memiliki fungsi penting bagi kesehatan otak. Aktivitas yang tampak “tidak ngapa-ngapain” ini ternyata menyimpan manfaat terutama bagi kerja otak.
Manfaat Bengong Bagi Fungsi Otak
Pertama, bengong membuat otak menjadi lebih rileks karena masuk ke kondisi default mode. Dalam kondisi ini, otak tidak sedang dipaksa fokus pada tugas tertentu.
Justru sebaliknya, otak beristirahat dari tekanan atensi terus-menerus. Keadaan ini penting untuk menurunkan stres mental dan membantu sistem saraf kembali seimbang setelah bekerja keras.
Kedua, bengong dapat meningkatkan kreativitas. Saat otak berada dalam kondisi rileks dan tidak tertekan, ia memiliki ruang untuk mengaitkan ide-ide secara bebas.
Tidak heran banyak gagasan segar justru muncul ketika seseorang tidak sedang memaksakan fokus. Inilah salah satu manfaat bengong yang sering dialami tanpa disadari, terutama oleh penulis, seniman, atau orang yang bekerja dengan ide.
Ketiga, bengong membantu meningkatkan daya pikir. Ketika otak rileks, proses penyimpanan informasi ke memori jangka panjang berjalan lebih efektif.
Bengong memberi waktu bagi otak untuk mengolah ulang informasi yang sebelumnya diterima, sehingga pemahaman menjadi lebih dalam dan tidak sekadar lewat.
Keempat, bengong justru dapat meningkatkan produktivitas. Meski terdengar bertolak belakang, jeda singkat untuk melamun membantu mencegah kelelahan mental. Setelah bengong, otak kembali bekerja dengan fokus yang lebih tajam. Dengan catatan, bengong dilakukan secara sadar dan tidak berlebihan.
Jadi, bengong tidak hanya tentang mistis semata, atau tanda kemalasan saja, ternyata juga memiliki manfaat bengong yang dapat membantu otak bekerja lebih optimal.
Baca Juga: 4 Tips Jitu Manajemen Stres untuk Pikiran Lebih Tenang
Editor: Annisa Adelina Sumadillah.




