Suaraonline.com — Pertanyaan “kapan nikah?” sering kali terdengar sederhana, tetapi bagi sebagian orang yang masih jomblo, kalimat ini bisa terasa menekan secara emosional.
Apalagi jika dilontarkan berulang kali oleh keluarga, kerabat, atau lingkungan sekitar. Agar tidak terbawa perasaan dan tetap tenang menghadapinya, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan.
Cara Menghadapi Pertanyaan Kapan Nikah?
Cara menghadapi pertanyaan “kapan nikah?” pertama adalah dengan meminta didoakan agar segera dipertemukan dengan jodoh yang baik. Jawaban ini terkesan sopan dan dewasa, sekaligus mengalihkan tekanan menjadi doa.
Selain itu, kalimat ini menunjukkan bahwa urusan jodoh bukan sekadar soal waktu, tetapi juga kehendak Tuhan.
Cara kedua, kamu bisa meminta bantuan untuk dicarikan jodoh. Menjawab dengan nada ringan seperti “doain sekalian cariin ya” bisa mencairkan suasana.
Siapa tahu, dari candaan tersebut justru terbuka jalan atau perkenalan baru yang tidak terduga. Cara ini juga membuat pertanyaan terasa tidak terlalu menekan.
Cara ketiga adalah meminta pengertian dengan tegas namun tetap santun. Kamu bisa menyampaikan bahwa saat ini ingin fokus pada diri sendiri, karier, atau hal lain yang sedang dijalani.
Menjelaskan posisi dengan jujur membantu orang lain memahami bahwa setiap orang punya waktunya masing-masing dalam urusan pernikahan.
Menghadapi pertanyaan “kapan nikah?” tidak harus selalu dengan emosi atau rasa tertekan. Dengan sikap tenang dan jawaban yang tepat, kamu bisa menjaga perasaan diri sendiri sekaligus tetap menghormati orang lain.
Baca Juga: Post Holiday Syndrome: Malas Melakukan Aktivitas Kembali Setelah Berlibur dan 4 Gejalanya!
Editor: Annisa Adelina Sumadillah




