Suaraonline.com – Spiritual bypassing merupakan sebuah fenomena yang terjadi pada seseorang untuk melarikan dirinya dari berbagai masalah emosional maupun psikologis menggunakan agama. Alih-alih menemukan kedamaian batin, terkadang justru membuat seseorang tidak benar-benar menyelesaikan masalahnya.
Fenomena ini sangat populer sekali tanpa kita sadari mungkin bahkan pernah terjadi pada diri kita sendiri. Seseorang yang memperdalam spiritual tidaklah salah, namun ada kalanya ia harus menyelesaikan permasalahannya sendiri tanpa menghindar dengan dalih spiritual untuk menghindari luka psikologis.
Mengapa Spiritual Bypassing Berbahaya?
Bukankah memperdalam spiritual adalah hal yang baik? Tetapi mengapa justru spiritual bypassing menjadi berbahaya? Spiritual bypassing dianggap berbahaya karena hal tersebut merupakan bentuk toxic spiritualitas.
Seseorang sering kali mengabaikan perasaan batinnya dan memilih untuk menyelesaikan dengan meditasi atau ritual keagamaan tertentu supaya menenangkan jiwanya. Namun, ia juga lupa bahwa masalah yang sebenarnya harus diselesaikan sendiri tanpa menghindar dengan dalih agama.
Spiritual bypassing harus diwaspadai sebab seseorang yang sering memendam perasaan emosional tanpa menyelesaikan dengan tuntas bisa meledak kapan saja. Secara garis besar, spiritual bypassing merupakan kecenderungan seseorang menggunakan ritual keagamaan untuk menghindar dari perasaan yang menyakitkan dan luka.
Menghadapi masa lalu dan trauma yang menyakitkan merupakan hal yang tidak mudah yang pada akhirnya kita berlindung dibalik agama agar memberikan rasa aman. Namun, Tuhan juga memberikan manusia akal dan pikiran yang sehat untuk berpikir dan bisa memproses segala masalah.
Menghindari masalah psikologis yang ada justru membuat kita tidak menghargai pemberian dari Tuhan. Agama seharusnya menjadi tempat kita untuk menerima segala hal bukan membuat kita bersembunyi dan menghindar. Jika perlu, kita tidak perlu lagi konsultasi dengan ahli untuk menyelesaikan.
Jadi agama yang sebenarnya adalah murni bukan lagi menjadi alat untuk pelarian diri. Kejujuran terhadap diri sendiri merupakan langkah utama dalam menyelesaikan masalah. Kita tidak bisa menghindar atau melarikan diri karena kehidupan akan selalu memberikan hal-hal baru untuk kita belajar.
Tanda-tanda Mengalami Spiritual Bypassing
Spiritual bypassing memang bisa dijadikan pelarian namun hanya sementara saja untuk menghadapi trauma dan rasa sakit. Berikut ini tanda-tanda seseorang sedang mengalami spiritual bypassing yang sering kali terlihat:
1. Menghindari Masalah Negatif
Seseorang yang mengalami fenomena ini akan sering lari dari masalahnya. Alih-alih berusaha akan menyelesaikannya, justru ia akan melakukan meditasi atau hal-hal yang berkaitan dengan ritual spiritual.
Hal tersebut memang baik, namun tidak menyelesaikan masalah yang sebenarnya karena ia memilih untuk menghindarinya. Bahayanya, hal ini bisa sewaktu-waktu muncul kembali. Untuk itu, seseorang dianjurkan menerima perasaan emosi negatif sebagai sebuah pembelajaran.
2. Menjawab Segala Hal dengan Membawa Agama
Seseorang yang mengalami spiritual bypassing sering kali mengaitkan segalanya dengan membawa agama. Contohnya saja seseorang yang memiliki penyakit mental yang dianggap kurang iman atau tidak dengan Tuhan.
Namun, Tuhan juga menciptakan obat sebagai penyembuhnya. Mungkin hal ini terlihat biasa saja. Jika ada seseorang yang membutuhkan bantuan medis dan lainnya, maka tidak benar jika dikesampingkan dan membawa-bawa agama.
3. Meremehkan Pengalaman Orang Lain
Seseorang yang mengalami fenomena ini sering kali meremehkan pengalaman orang lain. Contohnya saja jika gagal dalam suatu hal maka dianggap tidak pernah beribadah padahal usaha untuk mendapatkannya juga menjadi salah satu faktor keberhasilannya.
Mereka biasanya minim rasa empati dan suka meremehkan pendapat maupun pengalaman orang lain. Mereka sering merasa bahwa dirinya lebih berpengalaman dari yang lainnya.
4. Mengabaikan Kebutuhan Fisik dan Emosional
Seseorang yang mengalami fenomena ini juga cenderung mengabaikan kebutuhan fisik dan emosionalnya. Karena terlalu fokus pada aspek spiritualnya, ia sering kali lupa untuk merawat fisik dan emosionalnya.
Contohnya saja ia berpikir bahwa kesehatan adalah pemberian Tuhan namun ia mengabaikan pola makannya, tidak menjaga olahraganya dan justru mengabaikan hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan lainnya.
Itulah tadi pembahasan mengenai bahaya dan tanda-tanda seseorang mengalami spiritual bypassing. Hakikatnya, kita diberikan Tuhan akal dan pikiran yang sempurna, untuk itu gunakan akal tersebut dengan baik dan cara menghargai pemberian Tuhan adalah tidak mengabaikan kondisi fisik dan emosional dalam diri.
Penulis: Suci Wulandari




