Suaraonline.com— Banyak orang tidak sadar bahwa sikap hopeless romantic sering kali berawal dari kebiasaan menomorsatukan perasaan orang lain dibanding diri sendiri.
Cinta dijadikan pusat hidup, sementara kebutuhan pribadi justru terabaikan. Jika dibiarkan, kondisi ini membuat seseorang mudah berharap, mudah kecewa, dan sulit merasa cukup dalam hidupnya sendiri.
Cara Memprioritaskan Diri Sendiri dari Hopeless Romantic
Memprioritaskan diri sendiri bukan berarti egois atau menutup diri dari cinta. Justru, ini adalah langkah penting agar seseorang tidak terjebak dalam pola hopeless romantic yang melelahkan secara emosional.
Ketika seseorang mengenal dan memenuhi kebutuhannya sendiri, cinta tidak lagi dijadikan satu-satunya sumber kebahagiaan.
Langkah awal yang bisa dilakukan adalah menyadari bahwa nilai diri tidak ditentukan oleh ada atau tidaknya pasangan.
Banyak orang terjebak hopeless romantic karena merasa hidupnya belum lengkap tanpa cinta romantis. Padahal, perasaan utuh dan cukup seharusnya lahir dari dalam diri, bukan dari validasi orang lain.
Selain itu, penting untuk mulai memberi ruang pada kehidupan pribadi. Mengembangkan hobi, fokus pada tujuan hidup, dan merawat relasi sosial di luar hubungan romantis membantu menyeimbangkan emosi. Dengan begitu, hidup tidak hanya berputar pada menunggu pesan, perhatian, atau kehadiran seseorang.
Memprioritaskan diri juga berarti belajar menetapkan batasan emosional. Tidak semua perhatian adalah cinta, dan tidak semua kedekatan harus ditafsirkan secara romantis.
Kesadaran ini membantu seseorang berpijak pada realitas, bukan pada imajinasi yang sering muncul dalam pola hopeless romantic.
Terakhir, mencintai diri sendiri menjadi fondasi utama. Saat seseorang mampu merawat luka, menerima kekurangan, dan menghargai proses hidupnya, ia tidak lagi menjadikan orang lain sebagai pengisi kekosongan.
Dari titik inilah cinta bisa hadir secara lebih sehat, tanpa ketergantungan berlebihan. Memprioritaskan diri sendiri bukan cara menjauhi cinta, melainkan cara agar cinta tidak menjadi sumber luka.
Dengan keseimbangan yang tepat, seseorang dapat keluar dari jebakan hopeless romantic dan membangun hubungan yang lebih dewasa serta realistis.
Baca Juga: Teknik Pomodoro untuk Menyelesaikan Tugas Tanpa Stres
Editor: Annisa Adelina Sumadillah.




