Suaraonline.com – Pernah ke store baju dan berencana membeli baju disana namun mengurungkan niat karena ingin mencari store lain atau lewat e-commerce? Ketika sudah menemukan yang sesuai justru malah tidak jadi membelinya? Mungkin itu adalah tanda seseorang mengalami gejala decision tanpa disadari.
Decision paralysis merupakan kemampuan seseorang yang kesulitan dalam mengambil keputusan karena terlalu banyak pertimbangkan tanpa adanya langkah untuk bergerak memutuskan. Gejala ini dapat membuat kita mengalami gangguan kesehatan mental tanpa disadari, karena dapat memicu stres dan juga overthinking.
Yuk kenali apa saja tanda-tanda seseorang mengalami gejala decision paralysis!
Mengalami Decision Paralysis? Inilah Tanda-tandanya!
Gejala decision paralysis merupakan hal yang wajar dialami semua orang. Namun jika terlalu sering dilakukan, justru hal ini akan menyebabkan otak kita memiliki kelemahan dalam memutuskan sesuatu dengan tepat.
Kenali tanda-tanda seseorang yang mengalami decision paralysis!
1. Sulit Memilih Berkepanjangan
Seseorang yang memiliki gejala ini selalu kesulitan dalam menentukan hal-hal kecil dan sederhana. Keputusan yang seharusnya bisa dalam beberapa detik justru membuat penyebab seseorang menjadi overthinking.
Contohnya saja kesulitan memilih untuk makan malam yang pada akhirnya justru masak sendiri, kesulitan memilih baju hingga berdiri berjam-jam di toko dan pada akhirnya membeli secara online.
2. Selalu Khawatir Membuat Keputusan Salah
Seseorang yang memiliki gejala decision paralysis selalu khawatir dalam membuat keputusan. Ia akan selalu terjebak dengan banyak ketakutan karena nantinya akan membuat keputusan yang salah dan pasti akan menyesal.
3. Menghabiskan Waktu Mencari Informasi
Tak jarang, orang yang mengalami gejala ini terlalu lama dalam mengambil keputusan sebab menghabiskan waktunya untuk terus mencari informasi secara berlebihan sebelum akan memutuskan.
Informasi yang dicari berlebihan seperti berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan akan membuat keputusanmu menjadi tertunda. Jika riset itu tidak ada habisnya, maka setiap hal yang dicari tidak akan pernah relevan. Membandingkan dan mencari informasi itu perlu, tapi jangan sampai membuat ragu terlalu dalam.
4. Menyerahkan Keputusan ke Orang Lain
Seseorang yang memiliki gejala ini sering kali menyerahkan segala keputusan ke orang lain, ia tidak punya pendirian akan keinginannya sendiri. Ia suka membebankan keputusannya pada orang lain, sehingga ia merasa tidak menanggung beban dan bebas.
Mungkin meminta pendapat dan saran itu hal yang wajar, tetapi jangan sampai melimpahkan keputusan pada orang lain yang dimana akan membuat diri kita sendiri atas kemampuan yang kita miliki.
5. Sering Menunda Keputusan Besar
Karena terlalu takut salah langkah, seseorang yang memiliki gejala decision paralysis akan sering menunda membuat keputusan yang besar. Tak jarang, ia sering kali susah untuk berkembang karena selalu berada di zona nyaman.
Ada banyak kesempatan yang terlewati karena ia terlalu khawatir memilih pilihan yang salah. Meskipun sebenarnya dalam diri sudah menemukan keputusan, namun kerap kali hanya berputar-putar di otak tanpa adanya aksi nyata untuk perubahan.
Inilah Cara Mengatasi Decision Paralysis!
Meskipun tidak terlihat sebagai hal yang membahayakan, namun alangkah baiknya jika gejala ini dapat diatasi. Berikut ini cara sederhana mengatasinya!
1. Batasi Opsi Pertimbangan
Jangan terlalu banyak memberikan opsi pertimbangan, kebanyakan opsi hanya akan membuat kita semakin cemas dan ragu untuk memutuskan sesuatu.
2. Terapkan Deadline
Cobalah untuk menetapkan deadline ketika akan memutuskan sesuatu. Deadline akan membantu kita berpikir dengan cepat dan tidak membuat kita semakin cemas. Deadline akan membantu kita juga menentukan pilihan tanpa keraguan kembali.
3. Ketidakpastian Merupakan Hal yang Normal
Ketidakpastian merupakan hal yang normal. Cobalah untuk menerapkan tidak berekspektasi terlalu tinggi perihal apapun itu supaya nantinya tidak mengecewakan.
4. Segera Ambil Tindakan
Setelah melalui pertimbangan, cobalah segera ambil tindakan kecil untuk melangkah, Jika selalu ragu maka hal yang diinginkan tidak akan pernah terealisasikan dan pada akhirnya membuat kita menyesalinya.
Itulah tadi pembahasan mengenai tanda-tanda dan cara mengatasi decision paralysis. Meskipun terlihat biasa saja, gejala ini merupakan sebuah jebakan yang membuat kita selalu ragu dan takut dalam mengambil keputusan.
Maka dari itu, pertimbangkan juga efisiensi waktu dalam mengambil keputusan. Keputusan yang baik adalah yang matang dan tepat waktu dibandingkan terlalu banyak pertimbangan dan terlambat namun ujung-ujungnya tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Baca Juga: Spiritual Bypassing: Fenomena Lari dari Masalah Menggunakan Agama dan Kenali 4 Tanda-tandanya!
Penulis: Suci Wulandari




