Jakarta, Suara Online – Emas kini semakin populer sebagai pilihan investasi, khususnya di kalangan generasi Z.
Di tengah fluktuasi harga dan ketidakpastian ekonomi, logam mulia dianggap sebagai instrumen yang aman, mudah dipahami, dan relatif stabil untuk jangka panjang.
Tren ini terlihat dari meningkatnya minat anak muda terhadap pembelian emas, baik dalam bentuk emas batangan fisik maupun emas digital.
Tidak sedikit Gen Z yang memantau pergerakan harga emas setiap hari dan siap membeli saat terjadi koreksi harga, meski hanya turun dalam nominal kecil.
Fenomena “harga turun langsung diborong” menjadi pola baru di kalangan investor muda. Bagi mereka, penurunan harga emas justru dipandang sebagai peluang, bukan ancaman.
Prinsip membeli saat harga melemah dan menyimpan untuk jangka panjang mulai diterapkan sejak usia produktif.
Kemudahan akses juga menjadi faktor pendorong. Saat ini, investasi emas dapat dilakukan dengan modal terjangkau melalui berbagai platform resmi, sehingga tidak lagi identik dengan kebutuhan dana besar. Hal ini membuat emas semakin relevan bagi Gen Z yang baru memulai perjalanan finansialnya.
Selain itu, maraknya edukasi keuangan di media sosial turut membentuk pola pikir Gen Z dalam mengelola keuangan.
Banyak konten yang menekankan pentingnya aset lindung nilai sebagai penyeimbang gaya hidup konsumtif, terutama di tengah tren investasi berisiko tinggi.
Meski demikian, pengamat mengingatkan agar minat besar terhadap emas tetap dibarengi pemahaman yang matang.
Fluktuasi harga tetap bisa terjadi, sehingga perencanaan keuangan dan tujuan investasi perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.
Dengan meningkatnya kesadaran finansial di usia muda, emas diprediksi tetap menjadi salah satu instrumen favorit Gen Z, terutama saat harga mengalami penurunan dan dianggap sebagai momentum tepat untuk mulai berinvestasi.
Baca Juga : Ini Dia Faktor yang Membuat Harga Emas Melonjak Tak Masuk Akal, Simak Penjelasannya




