Suaraonline.com – Menjadi dewasa memang tidaklah mudah, dewasa berarti beban dan tanggung jawab yang dipikul juga semakin besar. Sehingga tak jarang, banyak orang yang belum siap ketika memasuki fase ini. Perasaaan tidak siap inilah yang kemudian memicu munculnya peter pan syndrome.
Peter pan syndrome merupakan keadaan dimana seorang pria yang sudah dewasa secara fisik dan usia namun belum matang secara mental mulai dari aspek dalam memenuhi kebutuhan hidupnya maupun caranya bersosialisasi dengan orang lain.
Apakah hal ini akan membahayakan? Yuk kita simak lebih lanjut!
Definisi Peter Pan Syndrome
Peter pan syndrome secara lengkap didefinisikan sebagai seorang pria dewasa yang tidak bersikap layaknya pria dewasa seusianya. Syndrome ini lebih banyak terjadi pada pria dibandingkan dengan wanita sehingga dijuluki dengan peter pan syndrome.
Syndrome ini bisa membahayakan pada diri seseorang karena akan mempengaruhi hubungan sosial maupun profesionalnya yang akan berdampak pada sikapnya dalam penerimaan beban dan tanggung jawab.
Seseorang dengan syndrome ini akan suka melepas tanggung jawab begitu saja dan suka semaunya sendiri. Syndrome ini memang bukanlah suatu penyakit gangguan mental melainkan sikap yang dimiliki seseorang karena tidak bisa menerima dirinya yang dewasa sehingga ia selalu berpikir dirinya masih anak kecil.
Faktor Penyebab Peter Pan Syndrome
Peter pan syndrome bisa disebabkan karena beberapa faktor, namun hingga saat ini belum ada penelitian psikologi yang jelas dalam mengetahui gejala pastinya. Berikut ini adalah gejala yang sering terjadi pada pria yang memiliki peter pan syndrome:
1. Pola Asuh Orang Tua Permisif
Pola asuh orang tua yang terlalu permisif atau memberikan kebebasan kepada anaknya di masa kecil akan menjadi pemicu faktor seorang pria dewasa memiliki gejala peter pan syndrome.
Dari kesalahan tersebut, akhirnya anak beranggapan akan melakukan banyak hal karena tidak ada yang menentang dan menuntut apapun. Anak menjadi tidak tahu arah dan hal-hal yang seharusnya dilakukan.
Pola asuh yang terlalu bebas tersebut akhirnya melahirkan anak yang tidak takut batasan, suka semaunya sendiri, dan bahkan tidak takut orang tua. Anak tidak pernah belajar dari kesalahannya sendiri dan pada akhirnya menjadi anak yang suka memberontak dan menentang.
2. Pola Asuh Orang Tua Overprotektif
Pola asuh orang tua yang overprotektif juga akan melahirkan anak yang memiliki peter pan syndrome. Terlalu mengekang anak juga hal tidak baik, anak tidak bisa mengeksplorasi dunianya yang dimana manusia adalah makhluk sosial yang perlu berinteraksi dan bergaul.
Pola asuh ini akan membentuk anak yang takut akan dunia dewasa, anak akan berpikir bahwa kehidupan dewasa hanya berisi banyak peraturan yang menyulitkan. Akibatnya, anak akan takut mengambil keputusannya sendiri dan sering merasa cemas jika tidak mendapatkan arahan dari orang tuanya.
3. Masalah Ekonomi
Ketika melihat kehidupan dewasa yang penuh tanggung jawab, biasanya tak jarang membuat pria dewasa ketakutan dan cemas. Tak terkecuali ketika ia sudah bekerja apalagi dengan gaji yang rendah pasti akan berpikir apakah cukup untuk kehidupannya sendiri dan keluarga kelak.
Hal ini menjadi salah satu pemicu peter pan syndrome yang dimana ia mengalami kecemasan dan kekhawatiran yang berlebihan.
Itulah tadi pembahasan mengenai definisi dan faktor penyebab seorang pria dewasa memiliki peter pan syndrome. Perasaan takut beranjak dewasa adalah hal yang sangat wajar sekali terjadi karena kita tidak pernah mengetahui apa yang terjadi kedepannya.
Pada hakikatnya, baik pria maupun wanita di seluruh dunia memiliki peter pan syndrome namun pada tingkat yang berbeda-beda. Jangan sampai syndrome ini membawa dampak buruk bagi diri sendiri dan kita akan kehilangan banyak kesempatan karena terlalu takut untuk memulai dan mencoba.
Baca Juga: Aura Black Cat Energy: Si Manusia Misterius dan 5 Cara Menumbuhkannya dalam Diri!
Penulis: Suci Wulandari




