Suara Online, Semarang – Aksi remaja yang memanfaatkan jalan umum sebagai arena unjuk atraksi kembali menuai sorotan.
Mengutip unggahan video dari akun Instagram beritasemaranghariini, terlihat sejumlah remaja melakukan aksi berisiko di jalan raya pada malam hari, seolah menjadikan ruang publik sebagai panggung hiburan pribadi.
Fenomena ini disebut bukan kali pertama terjadi. Jalanan yang seharusnya menjadi fasilitas bersama justru kerap dijadikan tempat pamer keberanian, dengan aspek keselamatan berada di urutan paling akhir.
Kota Semarang yang dikenal ramah dan hidup di malam hari dinilai tidak seharusnya dijadikan alasan untuk mengabaikan aturan berlalu lintas.
Parahnya, aksi-aksi tersebut kerap baru terhenti bukan karena kesadaran pelaku, melainkan karena keberadaan speed bump yang secara fisik memaksa kendaraan melambat.
Kondisi ini memunculkan keprihatinan, sebab pengendalian diri seolah kalah oleh tantangan jalanan.
Warganet dalam kolom komentar turut mengingatkan bahwa jalan raya bukan tempat mencari sensasi.
Satu kesalahan kecil dapat berujung pada penyesalan panjang, tidak hanya bagi pelaku, tetapi juga pengguna jalan lain yang sama sekali tidak terlibat.
Beberapa komentar bahkan menyinggung kasus kecelakaan di daerah lain, di mana korban justru disalahkan meski tidak melakukan pelanggaran.
Hal ini dinilai sebagai peringatan bahwa risiko di jalan tidak selalu berbanding lurus dengan siapa yang paling ceroboh.
Masyarakat berharap adanya peningkatan pengawasan dan edukasi agar jalan raya kembali pada fungsinya sebagai ruang aman, bukan arena adu nyali yang membahayakan banyak pihak.
Baca Juga : Kecelakaan Berulang Kerap Dikaitkan dengan Takdir, Kesadaran Keselamatan Masih Jadi Tantangan




