Suara Online
  • Beranda
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Teknologi
Subscribe
Suara OnlineSuara Online
Aa
Search
  • Pages
    • Home
    • Blog Index
    • Contact Us
    • Search Page
    • 404 Page
  • Categories
  • Personalized
    • My Saves
    • My Feed
    • My Interests
    • History
Follow US
Diguyur Hujan, Kawasan Muktiharjo–Bangetayu Kembali Tergenang, Warga Keluhkan Minimnya Solusi

Beranda – Banjir – Diguyur Hujan, Kawasan Muktiharjo–Bangetayu Kembali Tergenang, Warga Keluhkan Minimnya Solusi

BeritaInformasi

Diguyur Hujan, Kawasan Muktiharjo–Bangetayu Kembali Tergenang, Warga Keluhkan Minimnya Solusi

Salsabila Humairo Azzahro
Salsabila Humairo Azzahro
Share
Diguyur Hujan, Kawasan Muktiharjo–Bangetayu Kembali Tergenang, Warga Keluhkan Minimnya Solusi
SHARE

Suara Online, Semarang – Hujan yang mengguyur Kota Semarang sejak Minggu sore (2/2/2026) kembali menyebabkan genangan air di kawasan Muktiharjo, Bangetayu, hingga Genuk. 

Wilayah ini memang dikenal sebagai titik langganan banjir setiap kali curah hujan meningkat.

Menurut pantauan warga setempat, genangan mulai muncul tidak lama setelah hujan turun. 

Kondisi tersebut kerap berulang tanpa adanya perubahan berarti dari tahun ke tahun. Akibatnya, aktivitas lalu lintas di jalur tersebut sering terganggu.

Jalan di kawasan Muktiharjo–Bangetayu merupakan akses penting yang dilalui berbagai jenis kendaraan, mulai dari sepeda motor, mobil pribadi, hingga truk besar.

Saat air menggenang, pengendara terpaksa melambat bahkan mencari jalur alternatif demi menghindari risiko mogok atau kecelakaan.

Sejumlah warga mengaku sudah berkali-kali menyampaikan keluhan kepada pihak terkait. Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari laporan langsung hingga penyampaian aspirasi melalui media sosial. 

Namun hingga kini, mereka merasa belum ada tindakan nyata yang mampu menyelesaikan persoalan tersebut.

Minimnya sistem drainase yang memadai diduga menjadi salah satu penyebab utama genangan sulit surut. 

Kondisi ini diperparah dengan padatnya kawasan pemukiman serta aktivitas industri di sekitar wilayah Genuk.

Di tengah keterbatasan solusi, warga hanya bisa mendokumentasikan kondisi banjir dan mengunggahnya ke media sosial sebagai bentuk suara protes. 

Kalimat “banjir lagi” seolah menjadi ungkapan rutin yang muncul setiap kali hujan mengguyur.

Masyarakat berharap pemerintah Kota Semarang dapat memberikan perhatian lebih serius terhadap persoalan ini. 

Penanganan jangka panjang seperti perbaikan drainase, normalisasi saluran air, dan pengelolaan lingkungan dinilai sangat dibutuhkan agar genangan tidak terus berulang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai langkah penanganan yang akan dilakukan untuk mengatasi banjir di kawasan tersebut.

Baca Juga : Kecelakaan Minibus di Ungaran Tekankan Pentingnya Edukasi Sopir dan Standar Keselamatan

TAGGED: Banjir, Banjir Semarang
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified Blog

Seedbacklink

Rumah Anak Surga

Hotel Karantina Qur’an

Rental Motor Semarang

You Might Also Like

Terlihat Cepat Tua dari Umur Asli? Inilah 8 Kebiasaan yang Sering Kamu Sepelekan!
Gaya HidupInformasi

Terlihat Cepat Tua dari Umur Asli? Inilah 8 Kebiasaan yang Sering Kamu Sepelekan!

4 Min Read
Pengerukan Kali Tenggang Dimulai, Warga Diingatkan Ikut Jaga Kebersihan Lingkungan
BeritaInformasi

Pengerukan Kali Tenggang Dimulai, Warga Diingatkan Ikut Jaga Kebersihan Lingkungan

2 Min Read
Pengerukan Sedimen di Kali Tenggang, Harapan Baru Kurangi Genangan di Kawasan Genuk
BeritaInformasi

Pengerukan Sedimen di Kali Tenggang, Harapan Baru Kurangi Genangan di Kawasan Genuk

2 Min Read
Kecelakaan Minibus di Ungaran Tekankan Pentingnya Edukasi Sopir dan Standar Keselamatan
BeritaInformasi

Kecelakaan Minibus di Ungaran Tekankan Pentingnya Edukasi Sopir dan Standar Keselamatan

2 Min Read
Suara Online

Suaraonline.com : The voice of netizen

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy Police
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?