Suara Online, Semarang – Mengutip informasi yang diunggah akun Instagram infokejadian_genuk, kegiatan pengerukan sedimen tengah dilakukan di saluran Kali Tenggang, Senin (16/01/2026).
Pengerjaan berlangsung di sepanjang ruas Jalan Padi Raya hingga kawasan Kaligawe, Kecamatan Genuk, Kota Semarang.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi banjir mengingat curah hujan di Kota Semarang masih cukup tinggi dalam beberapa pekan terakhir.
Kawasan Genuk sendiri sudah lama dikenal sebagai daerah rawan genangan setiap kali hujan deras turun.
Dari dokumentasi yang beredar di media sosial, terlihat alat berat ekskavator dikerahkan untuk mengangkat lumpur dan endapan yang menumpuk di dasar saluran.
Sedimen tersebut selama ini diduga menjadi salah satu penyebab utama tersendatnya aliran air menuju saluran pembuangan yang lebih besar.
Kegiatan pengerukan ini mendapat respons positif dari warganet. Kolom komentar unggahan tersebut ramai dipenuhi harapan agar langkah serupa terus dilakukan secara berkelanjutan.
Komentar lain juga datang dari warga kawasan sekitar seperti Tlogosari, Pedurungan, hingga Kaligawe yang berharap normalisasi saluran air bisa dilakukan merata.
Banyak pula yang mengapresiasi gerak cepat pemerintah dan pihak terkait dalam melakukan penanganan.
Mereka menilai pengerukan sedimen merupakan langkah konkret yang memang sudah lama dinantikan masyarakat.
Meski demikian, warga berharap upaya ini tidak hanya bersifat sementara.Perbaikan drainase secara menyeluruh serta perawatan rutin dinilai tetap diperlukan agar persoalan banjir di wilayah Genuk benar-benar dapat teratasi.
Dengan kondisi cuaca yang masih tidak menentu, kelancaran aliran air menjadi faktor krusial.
Pengerukan sedimen di Kali Tenggang diharapkan mampu sedikit demi sedikit membantu menjaga aliran tetap lancar dan meminimalkan potensi genangan di jalan maupun permukiman warga.
Hingga saat ini, proses pengerjaan masih terus berlangsung dan diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar.
Baca Juga : Diguyur Hujan, Kawasan Muktiharjo–Bangetayu Kembali Tergenang, Warga Keluhkan Minimnya Solusi




