Suara Online
  • Beranda
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Teknologi
Subscribe
Suara OnlineSuara Online
Aa
Search
  • Pages
    • Home
    • Blog Index
    • Contact Us
    • Search Page
    • 404 Page
  • Categories
  • Personalized
    • My Saves
    • My Feed
    • My Interests
    • History
Follow US
Sound Horeg dan Respons Publik: Hindari Kebisingan Tanpa Seksualisasi Identitas Suku

Beranda – Sound Horeg – Sound Horeg dan Respons Publik: Hindari Kebisingan Tanpa Seksualisasi Identitas Suku

ArtikelInformasi

Sound Horeg dan Respons Publik: Hindari Kebisingan Tanpa Seksualisasi Identitas Suku

Salsabila Humairo Azzahro
Salsabila Humairo Azzahro
Share
Sound Horeg dan Respons Publik: Hindari Kebisingan Tanpa Seksualisasi Identitas Suku
SHARE

Suara Online – Fenomena sound horeg kembali ramai diperbincangkan di media sosial.  Aktivitas ini yang melibatkan kendaraan dengan pengeras suara sangat keras menjadi hiburan bagi sebagian orang, tetapi juga menimbulkan keresahan karena volume suara yang dianggap mengganggu ketenangan lingkungan.

Kritik terhadap kebisingan wajar muncul dari warga yang merasa terganggu aktivitas sehari-hari. 

Tidak sedikit netizen yang menyatakan bahwa suara keras bisa mengganggu fokus, istirahat, dan kenyamanan umum. 

Ini adalah bagian dari diskusi sosial yang penting untuk mencari keseimbangan antara ekspresi budaya dan hak publik atas lingkungan yang tenang.

Sayangnya, perdebatan ini tidak jarang terbawa ke ranah yang berbahaya. Di kolom komentar media sosial, muncul narasi negatif yang mengaitkan fenomena kebisingan dengan identitas suku tertentu, terutama menyebut “Jawa” dalam konteks yang merendahkan. 

Ada pula istilah-istilah yang tidak pantas seperti membandingkan kelompok tertentu dengan sebutan ofensif lainnya.

Pendekatan seperti ini justru tidak menyelesaikan masalah. Masalah sound horeg adalah soal perilaku dan etika bermasyarakat, bukan identitas etnis.

Menggeneralisasi satu kelompok berdasarkan perilaku beberapa orang hanya memperkuat stereotip dan memicu polarisasi sosial yang tidak sehat.

Dalam mengkritik fenomena sosial, penting untuk menjaga batas antara kritik konstruktif dan ujaran kebencian. 

Kritik terhadap kebiasaan tertentu harus tetap fokus pada perilakunya, bukan pada identitas kelompok tertentu. 

Menyasar ras atau suku bukan hanya tidak relevan dengan isu kebisingan, tetapi juga berpotensi menimbulkan konflik baru.

Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam merumuskan aturan batas kebisingan dan penegakan hukum. 

Di samping itu, masyarakat juga perlu meningkatkan kesadaran akan dampak terhadap lingkungan. 

Diskusi yang dewasa, tanpa sentimen negatif terhadap identitas suku, akan membantu menemukan solusi bersama tanpa merusak harmonisasi sosial.

Baca Juga : Epstein Files Terbongkar! Sebenarnya Skandal Apa yang Bikin Dunia Gempar?

TAGGED: Sound Horeg, Identitas Suku
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified Blog

Seedbacklink

Rumah Anak Surga

Hotel Karantina Qur’an

Rental Motor Semarang

You Might Also Like

Proyek Pembangunan Giant Sea Wall di Demak Disetujui, Pembangunan Dimulai 2026
BeritaInformasi

Proyek Pembangunan Giant Sea Wall di Demak Disetujui, Pembangunan Dimulai 2026

2 Min Read
Peluang Bisnis Kontrakan dan Kosan, Solusi Cerdas Rumah yang Mangkrak
ArtikelInformasi

Peluang Bisnis Kontrakan dan Kosan, Solusi Cerdas Rumah yang Mangkrak

3 Min Read
Jalan Licin, Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Truk Pasir di Jebor Demak Arah Kudus
BeritaInformasi

Jalan Licin, Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Truk Pasir di Jebor Demak Arah Kudus

1 Min Read
Ini Dia 3 Faedah Adanya Sound Horeg yang Perlu Kamu Tahu!
ArtikelInformasi

Ini Dia 3 Faedah Adanya Sound Horeg yang Perlu Kamu Tahu!

3 Min Read
Suara Online

Suaraonline.com : The voice of netizen

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy Police
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?