Suara Online – Sound horeg selalu jadi topik panas di mana-mana. Di satu sisi, ada kelompok yang sangat menikmati keberadaannya.
Di sisi lain, banyak warga merasa terganggu karena suara keras dan getaran yang ditimbulkan. Perdebatan soal ini seolah tidak pernah selesai.
Namun, kalau dilihat lebih jernih, sebenarnya ada beberapa alasan mengapa sound horeg tetap bertahan dan digemari.
Bukan sekadar kebisingan tanpa makna, tetapi ada fungsi yang dirasakan langsung oleh para pelakunya.
Pertama, sebagai sarana hiburan komunitas
Bagi penggemarnya, sound horeg adalah bentuk kesenangan bersama. Musik keras, irama menghentak, dan suasana ramai dianggap sebagai cara melepas penat.
Di beberapa daerah, sound horeg bahkan menjadi pelengkap acara hajatan atau perayaan kampung. Dari sudut pandang mereka, ini bukan gangguan, melainkan hiburan yang menyatukan.
Kedua, menjadi wadah kreativitas
Tidak sedikit pelaku sound horeg yang benar-benar menekuni dunia audio. Mereka merakit speaker, mengatur kualitas suara, hingga mendesain tampilan sound system agar terlihat menarik.
Bagi komunitasnya, kegiatan ini mirip hobi otomotif atau modifikasi motor. Ada kebanggaan tersendiri ketika hasil rakitan mereka mendapat apresiasi.
Ketiga, ikut menggerakkan ekonomi kecil
Di balik gemuruh speaker, ada roda ekonomi yang berputar. Penyewaan alat, jasa teknisi, penjual perangkat audio, hingga penyelenggara acara ikut mendapatkan manfaat.
Bagi sebagian orang, sound horeg bukan sekadar kesenangan, tetapi juga sumber penghasilan.
Tiga hal di atas sering dijadikan alasan mengapa sound horeg tetap eksis sampai sekarang. Namun, persoalannya tidak berhenti di situ.
Masalah utama muncul ketika faedah tersebut berbenturan dengan kenyamanan publik.
Apa pun alasannya, hiburan tidak seharusnya membuat orang lain kehilangan ketenangan.
Volume yang berlebihan, durasi terlalu lama, dan lokasi yang tidak tepat membuat kegiatan ini lebih terasa sebagai gangguan daripada kesenangan.
Banyak pelaku sound horeg mungkin tidak sadar bahwa yang mereka anggap hiburan bisa berubah menjadi penderitaan bagi tetangga sekitar.
Di sinilah pentingnya edukasi dan empati sosial. Sound horeg tetap bisa berjalan, tetapi dengan aturan yang lebih bijak.
Menurunkan volume, membatasi jam kegiatan, dan memilih tempat yang jauh dari pemukiman adalah langkah sederhana yang sebenarnya bisa dilakukan.
Intinya, faedah sound horeg memang ada. Tetapi faedah itu hanya akan bermakna jika dijalankan tanpa mengorbankan hak orang lain.
Hiburan yang baik adalah hiburan yang membawa kegembiraan, bukan keresahan.
Selama keseimbangan itu belum tercapai, pro dan kontra tentang sound horeg akan terus berlanjut.
Dan solusinya bukan saling menyalahkan, melainkan belajar lebih peka terhadap lingkungan.
Baca Juga : Bahaya Overstimulasi di Sosial Media: Benarkan dapat Menghilangkan Self Control?




