Suaraonline.com – Agoraphobia, merupakan salah satu jenis gangguan kepribadian pada seseorang yang menyebabkan rasa cemas berlebihan. Kebanyakan, penderita ini lebih sering dialami oleh usia remaja hingga dewasa karena kondisi lingkungan sosialnya yang kurang cocok.
Pada umumnya, gejala agoraphobia dapat muncul kembali ketika seseorang berada di tempat yang ramai atau banyak orang sehingga muncul kecemasan dan ketakutan yang berlebihan. Karena alasan itulah, para penderitanya sering kali menghindari tempat ramai dan memilih untuk menyendiri.
Gejala Agoraphobia
Berikut ini adalah beberapa gejala yang muncul pada para penderita agoraphobia:
1. Serangan Panik
Serangan panik biasanya sering muncul disertai dengan gejala lain yakni jantung berdebar, keringat dingin, gemetar, dan perasaan ketakutan lainnya.
2. Sering Menghindari Situasi Tertentu
Seseorang yang menderita ini sering kali menghindari situasi yang membuat dirinya merasa tidak nyaman seperti berada di ruangan yang terlalu terbuka, perjalanan jauh, atau bahkan aktivitas yang melibatkan banyak orang sekaligus.
3. Takut Tidak Diterima Lingkungan
Seseorang yang menderita agoraphobia sering kali merasa takut tidak diterima di lingkungannya. Ia merasa dirinya akan ditolak dan diabaikan sehingga ketika akan menjalin hubungan atau bersosialisasi menjadi takut.
4. Terpaku dengan Waktu
Penderita ini juga tidak ingin lama-lama jika berada di tempat luar sehingga ia sangat memperhitungkan segala hal. Apalagi saat berada di tempat asing, biasanya ia juga akan menghindarinya.
5. Tidak Bisa Berpikir Jernih di Keramaian
Di tempat yang ramai, penderita ini biasanya kesulitan untuk berpikir dengan jernih. Rasa takutnya pada keramaian sangatlah besar sehingga kemampuannya untuk berpikir jernih justru menghilang karena terlalu panik terlebih dahulu.
Faktor Penyebab Agoraphobia
Ada beberapa faktor penyebab seseorang biasanya mengalami agoraphobia. Berikut ini beberapa penyebabnya:
1. Memiliki Trauma Masa Lalu
Tak jarang, seseorang yang memiliki trauma di masa lalu yang menyebabkan ia memiliki gejala ini. Trauma tersebut bisa seperti kehilangan anggota keluarga yang dicintainya, atau bahkan pernah mengalami penyiksaan oleh anggota keluarga itu sendiri.
2. Pernah Menderita Gangguan Mental
Seseorang yang pernah mengalami gangguan mental sebelumnya justru menjadi orang yang sangat rentan mengalami agoraphobia karena kondisinya di masa lalu pernah merasakan stres berlebih atau depresi.
3. Pernah Menjalin Hubungan yang Tidak Sehat
Seseorang yang di masa lalu pernah menjalin hubungan tidak sehat cenderung akan takut jika membangun hubungan yang baru lagi. Oleh sebab itu, tak jarang penderita gejala ini menghindari hubungan yang sudah semakin intens supaya tidak dikecewakan kembali.
Itulah tadi pembahasan mengenai gejala dan faktor penyebab agoraphobia pada seseorang. Agoraphobia merupakan salah satu gejala kecemasan berlebihan pada seseorang yang dapat mempengaruhi aktivitasnya sehari-hari.
Jika dalam suatu keadaan tertentu, baik dari diri kita sendiri maupun orang lain mengalami gejala ini, maka sebaiknya segera konsultasikan kepada ahli. Kita sebagai orang awam tidak mampu mendiagnosis lebih mendalam dan mengatasinya juga perlu penanganan efektif.
Meskipun terlihat bukan hal yang membahayakan, namun nyatanya gejala ini mampu membuat orang lain tidak dapat mengontrol sikap maupun perilaku dalam dirinya dengan baik apabila tidak segera ditangani lebih lanjut.
Baca Juga: Lemonading Mindset: Pemikiran Hidup Sederhana yang Membuat Lebih Bahagia dan 5 Alasan Menerapkannya!
Penulis: Suci Wulandari




