Suara Online
  • Beranda
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Teknologi
Subscribe
Suara OnlineSuara Online
Aa
Search
  • Pages
    • Home
    • Blog Index
    • Contact Us
    • Search Page
    • 404 Page
  • Categories
  • Personalized
    • My Saves
    • My Feed
    • My Interests
    • History
Follow US
Kenapa Orang Indonesia Lebih Suka Gosip daripada Isu Politik?

Beranda – Isu Politik Indonesia – Kenapa Orang Indonesia Lebih Suka Gosip daripada Isu Politik?

ArtikelInformasiopini

Kenapa Orang Indonesia Lebih Suka Gosip daripada Isu Politik?

Salsabila Humairo Azzahro
Salsabila Humairo Azzahro
Share
Kenapa Orang Indonesia Lebih Suka Gosip daripada Isu Politik? (Ilustrasi AI)
SHARE

Suara Online –  Di media sosial, sebaliknya kabar perselingkuhan artis bisa trending berhari-hari. Potongan video selebritas bertengkar bisa dibahas di mana-mana. 

Grup WhatsApp ramai, kolom komentar penuh, konten kreator berlomba membuat analisis. 

Namun ketika isu politik penting muncul tentang kebijakan pajak, pendidikan, kesehatan, atau undang-undang baru responsnya sering kali jauh lebih sepi.

Fenomena ini memunculkan pertanyaan yang sering terdengar: kenapa orang Indonesia lebih suka gosip daripada isu politik?

Jawabannya tidak sesederhana “tidak peduli”. Ada banyak faktor sosial, psikologis, dan budaya yang berperan di baliknya.

Pertama, gosip terasa lebih ringan dan mudah dicerna. Politik sering kali dipenuhi istilah teknis, data, dan perdebatan yang rumit. 

Tidak semua orang merasa nyaman atau percaya diri membahasnya, gosip tentang kehidupan pribadi publik figur lebih mudah dipahami karena bersifat emosional dan personal.

Kedua, gosip memberi hiburan. Di tengah tekanan ekonomi, pekerjaan, dan rutinitas harian, banyak orang mencari distraksi. 

Drama kehidupan orang lain menjadi semacam pelarian dari masalah pribadi. Politik, di sisi lain, sering kali justru menambah stres karena berkaitan dengan konflik, perbedaan pendapat, dan ketidakpastian masa depan.

Ketiga, ada faktor kepercayaan. Sebagian masyarakat merasa suaranya tidak terlalu berdampak pada kebijakan politik. 

Rasa apatis muncul karena menganggap keputusan tetap akan diambil oleh elite tertentu. 

Ketika rasa memiliki terhadap proses politik lemah, minat untuk mengikuti isu politik pun ikut menurun.

Keempat, algoritma media sosial juga berperan besar. Konten yang memicu emosi cepat marah, kaget, atau penasaran lebih mudah viral. 

Gosip selebritis sering kali memenuhi kriteria itu. Sementara pembahasan kebijakan publik yang serius cenderung kalah cepat dalam menarik perhatian massal.

Namun, apakah ini berarti masyarakat sepenuhnya tidak peduli politik? Tidak juga. Banyak orang sebenarnya peduli, tetapi hanya ketika dampaknya terasa langsung dalam kehidupan mereka misalnya kenaikan harga kebutuhan pokok, perubahan aturan kerja, atau kebijakan pendidikan anak.

Masalahnya bukan pada kemampuan masyarakat memahami politik, melainkan pada cara isu itu disajikan. 

Politik sering dikemas terlalu formal, terlalu elitis, dan jauh dari bahasa sehari-hari. Padahal keputusan politik memengaruhi hampir semua aspek kehidupan: harga beras, biaya sekolah, layanan kesehatan, hingga lapangan pekerjaan.

Gosip memang lebih menghibur, tetapi isu politik menentukan masa depan. Ketika perhatian publik lebih besar pada drama selebritas dibanding kebijakan publik, ruang diskusi menjadi timpang. Padahal demokrasi yang sehat membutuhkan warga yang aktif dan kritis.

Bukan berarti gosip harus dihilangkan. Hiburan tetap bagian dari kehidupan. Namun keseimbangan penting. 

Mengetahui kabar artis mungkin membuat kita terhibur sesaat, tetapi memahami kebijakan publik bisa melindungi hak dan kepentingan kita dalam jangka panjang.

Pertanyaannya bukan lagi kenapa orang Indonesia lebih suka gosip daripada politik. Mungkin pertanyaannya adalah: bagaimana membuat isu politik terasa lebih relevan, lebih dekat, dan lebih mudah dipahami oleh semua kalangan?

Karena pada akhirnya, masa depan bangsa tidak ditentukan oleh siapa yang sedang viral, tetapi oleh kebijakan yang kita biarkan berlalu tanpa perhatian.

Baca Juga : Dunia Kesehatan Indonesia Tidak Baik-Baik Saja: Ketika Sehat Hanya untuk yang Punya Uang

TAGGED: Isu Politik Indonesia, Orang Indonesia Lebih Suka Gosip
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified Blog

Seedbacklink

Rumah Anak Surga

Hotel Karantina Qur’an

Rental Motor Semarang

You Might Also Like

Sawit Pahlawan Devisa, Lingkungan Silakan Menyesuaikan
ArtikelBeritaopini

Sawit Pahlawan Devisa, Lingkungan Silakan Menyesuaikan

2 Min Read
Sawit Tak Pernah Salah, Asal yang Terdampak Tak Bersuara
ArtikelBeritaopini

Sawit Tak Pernah Salah, Asal yang Terdampak Tak Bersuara

3 Min Read
Fenomena Whip Pink: Saat Hiburan Biasa Tak Lagi Cukup, Apa Penyebabnya? 
ArtikelBeritaopini

Fenomena Whip Pink: Saat Hiburan Biasa Tak Lagi Cukup, Apa Penyebabnya? 

3 Min Read
Ketika Kriminalitas Sudah Jadi Jajanan Sehari-hari
ArtikelInformasiopini

Ketika Kriminalitas Sudah Jadi Jajanan Sehari-hari

3 Min Read
Suara Online

Suaraonline.com : The voice of netizen

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy Police
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?