Suaraonline.com – Pernah nggak, kamu merasa hati dan pikiran seperti kosong, nggak bisa senang, sedih, atau marah, meski situasinya seharusnya membuatmu merasakan sesuatu? Kondisi ini disebut emotional numbness atau mati rasa emosional.
Banyak orang yang mengalaminya tanpa sadar, sehingga hubungan dengan diri sendiri dan orang lain bisa terganggu.
Tanda dan Penyebab Emotional Numbness
Tanda-tanda emotional numbness biasanya halus tapi terasa nyata. Kamu mungkin merasa tidak terhubung dengan perasaan sendiri, susah menangis saat sedih, atau tidak merasakan kegembiraan saat melakukan hal yang biasanya menyenangkan.
Beberapa orang juga merasa seperti “robot” dalam berinteraksi, hanya menjalani rutinitas tanpa emosi.
Penyebab emotional numbness diantaranya stres berkepanjangan. Otak dan tubuh yang terus-menerus berada dalam tekanan tinggi bisa menurunkan kemampuan merasakan emosi sebagai mekanisme bertahan. Trauma masa lalu atau pengalaman menyakitkan yang belum terselesaikan juga bisa membuat seseorang menekan perasaan hingga mati rasa.
Faktor lain termasuk kebiasaan menekan emosi sendiri. Ketika seseorang sering memaksa diri untuk “tetap kuat” atau tidak menunjukkan perasaan, lama-lama otak menyesuaikan diri dengan cara itu, sehingga emosi menjadi tumpul. Lingkungan yang menuntut selalu produktif atau “cerdas secara emosional” juga bisa memperburuk kondisi ini.
Dampak dan Cara Mengatasi Emotional Numbness
Dampak emotional numbness cukup luas. Secara internal, kamu bisa merasa kosong, kehilangan motivasi, dan sulit membuat keputusan. Hubungan sosial juga bisa terganggu karena orang di sekitarmu merasa sulit terhubung secara emosional. Bahkan aktivitas sehari-hari yang biasanya menyenangkan bisa terasa hambar.
Untuk mengatasi emotional numbness, langkah pertama adalah menyadari dan mengakui kondisi ini. Mengakui bahwa kamu mati rasa emosional bukan berarti lemah, tapi langkah penting untuk mulai pulih.
Langkah berikutnya adalah melatih koneksi dengan diri sendiri. Luangkan waktu untuk menulis jurnal, merenung, atau berbicara dengan orang terpercaya tentang perasaan. Aktivitas ini membantu mengenali dan mengekspresikan emosi yang terpendam.
Selain itu, melibatkan tubuh dalam aktivitas positif juga efektif. Olahraga ringan, meditasi, jalan di alam, atau hobi kreatif bisa membantu otak dan tubuh “menghidupkan kembali” respon emosional. Konsistensi dalam melakukan aktivitas ini penting untuk memulihkan keseimbangan emosional.
Jika emotional numbness terasa berat atau berlangsung lama, jangan ragu mencari bantuan profesional. Terapi psikologis atau konseling dapat membantu memahami akar masalah, mengatasi trauma, dan membangun kembali kemampuan merasakan emosi.
Dengan kesadaran, latihan, dan dukungan yang tepat, kamu bisa kembali terhubung dengan perasaan, menikmati hidup, dan membangun hubungan yang lebih sehat dengan diri sendiri maupun orang lain.
Baca Juga; Brain Fog: Penyebab dan Cara Mengatasinya
Editor: Annisa Adelina Sumadillah.




