Suaraonline.com – Emotional numbness merupakan kondisi dimana emosional terasa mati. Kondisi ini akan semakin parah jika kamu memiliki kebiasaan yang membuat “balon perasaanmu” terus ditekan.
Setiap kali kamu bahagia, sedih, atau marah, balon itu “terisi” dengan warna dan energi emosi. Tapi kalau kamu terus melakukan hal-hal yang menguras atau menekan balon itu. Lama kelamaan balon itu perlahan akan kempes.
Kebiasaan yang Memperburuk Emotional Numbness
Pertama, kebiasaan yang paling umum adalah terlalu banyak menekan perasaan. Banyak orang berpikir harus kuat dan menahan emosi supaya tidak merepotkan orang lain. Padahal menekan perasaan terus-menerus membuat balon emosimu kempes, sehingga kamu sulit merasakan apapun.
Kebiasaan kedua adalah terlalu sering menatap layar digital seperti HP, laptop, atau TV tanpa jeda. Informasi yang cepat dan terus-menerus dari media sosial bisa membuat otak lelah dan tidak punya ruang untuk memproses perasaan.
Akibatnya, balon emosimu perlahan mengempis tanpa kamu sadari, membuatmu sulit merasakan kegembiraan atau kesedihan secara normal.
Kebiasaan ketiga adalah kurangnya waktu untuk diri sendiri. Jika setiap hari kamu dipenuhi rutinitas, pekerjaan, dan interaksi sosial tanpa istirahat, otak dan hati tidak punya kesempatan untuk “mengisi ulang balon.” Hasilnya, perasaanmu menjadi tumpul, dan kamu bisa merasa kosong meski hidup seharusnya penuh warna.
Kebiasaan keempat adalah menghindari pengalaman emosional. Beberapa orang sengaja menghindari situasi yang bisa memicu emosi, seperti konflik, diskusi penting, atau momen refleksi diri. Padahal pengalaman itu penting untuk menjaga keseimbangan emosi. Menghindarinya membuat balon emosimu tetap kempes, dan emotional numbness semakin parah.
Tips Mengurangi Emotional Numbness
Untuk mengurangi balon emosimu kempes, penting untuk memberi ruang bagi diri sendiri. Luangkan waktu setiap hari untuk melakukan hal yang menenangkan, seperti menulis jurnal, jalan santai, meditasi, atau hobi yang menyenangkan. Aktivitas ini membantu otak dan hati memproses emosi, sehingga balon bisa terisi kembali.
Selain itu, latih mengakui perasaan. Tidak perlu menilai apakah perasaan itu benar atau salah; cukup sadari bahwa kamu sedang marah, sedih, atau senang. Mengungkapkan perasaan secara sehat kepada orang terpercaya juga membantu menjaga keseimbangan emosional.
Kamu juga bisa mengatur batas konsumsi media sosial dan informasi. Batasi waktu menatap layar, terutama konten yang membuatmu stres atau membandingkan diri dengan orang lain. Dengan cara ini, otak punya ruang untuk fokus pada perasaan dan pengalaman pribadimu.
Jadi, itulah beberapa kebiasaan sehari-hari yang memperburuk emosional numbnessmu. Ingat, balon emosimu berharga, kamu harus jaga, isi, dan beri perhatian agar warna perasaan tetap hidup setiap hari.
Editor: Annisa Adelina Sumadillah.




