Suaraonline.com – Inferiority complex merupakan kondisi dimana kamu selalu merasa kurang dan tertinggal secara berlebihan hingga dapat berpengaruh negatif pada cara kamu bekerja.
Terkadang di tempat kerja, rasa lelah tidak selalu berasal dari tugas yang menumpuk. Kadang, yang paling menguras energi justru perasaan tidak cukup baik. Kamu melihat rekan kerja yang presentasinya lancar, yang cepat naik jabatan, atau yang terlihat selalu percaya diri.
Inferiority Complex di Lingkungan Kerja
Inferiority complex di lingkungan kerja sering muncul dalam bentuk keraguan konstan terhadap kemampuan sendiri. Kamu mungkin takut berbicara saat rapat karena khawatir pendapatmu terdengar bodoh. Kamu overthinking setelah mengirim email. Bahkan ketika mendapatkan pujian, kamu merasa itu tidak sepenuhnya layak.
Masalahnya bukan selalu pada kompetensi, melainkan pada cara kamu memandang diri sendiri. Kamu cenderung membandingkan kelemahanmu dengan kelebihan orang lain. Kamu melihat hasil akhir mereka, tanpa mengetahui proses panjang, kegagalan, dan tekanan yang mereka sembunyikan.
Lingkungan kerja yang kompetitif juga bisa memperbesar perasaan ini. Target tinggi, evaluasi berkala, dan budaya performa sering membuat seseorang merasa harus terus membuktikan diri. Jika sejak awal kamu sudah membawa keyakinan bahwa diri ini “kurang”, tekanan itu menjadi dua kali lipat.
Akar dari inferiority complex sering berasal dari pengalaman lama. Mungkin kamu tumbuh dalam lingkungan yang penuh perbandingan. Mungkin pernah diremehkan atau gagal di momen penting. Pengalaman itu membentuk suara dalam kepala yang terus berkata bahwa kamu tidak cukup.
Dampaknya perlahan tapi nyata. Kamu jadi ragu mengambil peluang baru. Kamu menolak promosi karena takut tidak mampu. Kamu memilih diam meski punya ide bagus. Dalam jangka panjang, potensi yang sebenarnya besar justru terhambat oleh rasa minder yang tidak disadari.
Cara Mengatasi Inferiority Complex
Menghadapinya dimulai dari menyadari bahwa pikiran tidak selalu fakta. Ketika muncul perasaan “Aku tidak sepintar mereka,” berhenti sejenak dan cari bukti nyata. Apakah benar kamu tidak mampu, atau hanya takut dinilai?
Fokus pada perkembangan pribadi juga penting. Bandingkan dirimu hari ini dengan dirimu di masa lalu, bukan dengan rekan kerja yang memiliki jalur berbeda. Setiap orang memiliki waktu tumbuh yang tidak sama.
Di dunia kerja, kompetensi memang penting, tetapi kepercayaan diri sama krusialnya. Merasa minder sesekali adalah hal manusiawi. Namun ketika rasa itu mulai mengontrol keputusan dan menahan langkahmu, di situlah kamu perlu mengambil kembali kendali.
Karena sering kali, yang membuat seseorang tertinggal bukan kurangnya kemampuan, melainkan keyakinan bahwa dirinya selalu berada satu tingkat di bawah orang lain.
Jadi, itulah penjelasan sederhana dan cara mengatasi inferiority complex di lingkungan kerja. Dengan berhenti membandingkan dirimu dan orang lain merupakan bentuk dari kamu menghargai dirimu.
Baca Juga: Perfectionism Syndrome yang Diam-Diam Melelahkan
Editor: Annisa Adelina Sumadillah.




