Suara Online
  • Beranda
  • Berita
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Teknologi
Subscribe
Suara OnlineSuara Online
Aa
Search
  • Pages
    • Blog Index
    • Contact Us
    • Search Page
    • 404 Page
  • Categories
  • Personalized
    • My Saves
    • My Feed
    • My Interests
    • History
Follow US
Revenge Bedtime Procrastination: Balas Dendam yang Diam-Diam Menguras Energi

Beranda – Revenge Bedtime Procrastination – Revenge Bedtime Procrastination: Balas Dendam yang Diam-Diam Menguras Energi

ArtikelGaya Hidup

Revenge Bedtime Procrastination: Balas Dendam yang Diam-Diam Menguras Energi

Annisa Adelina Sumadillah
Annisa Adelina Sumadillah
Share
SHARE

Suaraonline.com – Revenge bedtime procrastination merupakan kondisi ketika kamu malah memilih untuk menunda tidur, padahal tubuh terasa lelah setelah seharian bekerja. 

Hal ini terjadi lantaran kamu merasa “dendam” akan di siang hari yang terasa seperti lomba tanpa garis akhir. Target kerja, notifikasi tanpa henti, tekanan sosial, dan tuntutan untuk selalu responsif membuat waktu terasa bukan milik sendiri. 

Revenge Bedtime Procrastination dan Ilusi Waktu Pribadi

Revenge bedtime procrastination adalah kebiasaan menunda tidur demi mendapatkan kembali rasa kontrol atas waktu pribadi. Bukan karena tidak mengantuk, melainkan karena ada perasaan bahwa sepanjang hari hidup berjalan atas tuntutan orang lain. Malam menjadi ruang sunyi yang terasa aman. Di sana, kamu bisa memilih sendiri mau melakukan apa, meski hanya scroll media sosial atau menonton video singkat.

Fenomena ini makin sering terjadi di era digital. Paparan konten tanpa batas membuat otak sulit berhenti. Algoritma dirancang agar kamu terus bertahan. Tanpa sadar, satu video berubah menjadi sepuluh, satu menit menjadi satu jam. Padahal alarm pagi sudah menunggu.

Secara psikologis, revenge bedtime procrastination sering berkaitan dengan stres dan kurangnya kontrol diri di siang hari. Ketika kebutuhan emosional tidak terpenuhi, malam dijadikan kompensasi. Namun kompensasi ini bersifat semu. Waktu pribadi memang terasa ada, tetapi kualitas istirahat justru menurun.

Dampaknya tidak sepele. Kurang tidur memengaruhi konsentrasi, kestabilan emosi, hingga sistem imun. Kamu mungkin merasa “menang” karena berhasil punya waktu sendiri, tetapi keesokan harinya tubuh membayar mahal. Produktivitas turun, mood lebih mudah berubah, dan lingkaran stres semakin kuat. Ironisnya, semakin lelah kamu di siang hari, semakin besar dorongan untuk mengulang pola yang sama di malam berikutnya.

Revenge bedtime procrastination juga bisa menjadi sinyal bahwa keseharian terasa terlalu penuh tekanan. Jika setiap malam dipakai untuk “balas dendam”, mungkin ada kebutuhan yang tidak terpenuhi di siang hari. Bisa jadi kurangnya batasan kerja, terlalu banyak tuntutan sosial, atau ekspektasi diri yang terlalu tinggi.

Mengatasinya bukan sekadar memaksa diri tidur lebih cepat. Yang lebih penting adalah mengembalikan rasa kontrol di siang hari. Membuat batas waktu kerja yang jelas, mengurangi paparan layar sebelum tidur, dan menyediakan waktu kecil untuk diri sendiri sebelum malam tiba bisa membantu memutus siklus ini.

Kamu tetap berhak atas waktu pribadi. Namun tubuh juga berhak atas istirahat yang cukup. Malam seharusnya menjadi ruang pemulihan, bukan ajang pembalasan.

Pada akhirnya, revenge bedtime procrastination bukan tentang malas tidur. Ini tentang kebutuhan untuk merasa hidup berjalan sesuai pilihan sendiri. Ketika kebutuhan itu dipenuhi secara lebih sehat di siang hari, keinginan untuk “balas dendam” pada malam hari perlahan akan berkurang.

Baca Juga: Brain Fog: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Editor: Annisa Adelina Sumadillah.

TAGGED: Revenge Bedtime Procrastination
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Verified Blog

Seedbacklink

Rumah Anak Surga

Hotel Karantina Qur’an

Rental Motor Semarang

You Might Also Like

Inferiority Complex di Lingkungan Kerja
ArtikelGaya Hidup

Inferiority Complex di Lingkungan Kerja

3 Min Read
Perfectionism Syndrome yang Diam-Diam Melelahkan
ArtikelGaya HidupKesehatan

Perfectionism Syndrome yang Diam-Diam Melelahkan

3 Min Read
Existential Crisis: Ketika Hidup Terasa Hampa
ArtikelGaya HidupKesehatan

Existential Crisis: Ketika Hidup Terasa Hampa

4 Min Read
https://www.alodokter.com/alam-bawah-sadar-inilah-perannya-dalam-kehidupan-sehari-hari
ArtikelGaya HidupKesehatan

Mengenal Self Sabotage Behavior yang Mempengaruhi Pola Bawah Sadar

3 Min Read
Suara Online

Suaraonline.com : The voice of netizen

  • Tentang Kami
  • Sitemap
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Privacy Police
Welcome Back!

Sign in to your account


Lost your password?