Semarang — Yayasan Alfatihah meluncurkan Gerakan Al-Qur’an dan Gizi untuk Santri (AGUS) sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pendidikan serta kesejahteraan santri di Indonesia. Gerakan ini dijalankan melalui kolaborasi bersama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan PWNU Jawa Tengah, dengan peluncuran resmi yang digelar pada Minggu (8/3) di Pondok Pesantren Al-Uswah, Gunungpati, Kota Semarang.
Melalui Gerakan AGUS, Yayasan Alfatihah menyalurkan mushaf Al-Qur’an senilai Rp10 miliar yang akan didistribusikan kepada para santri di berbagai pesantren di Indonesia. Melalui dua program Yayasan Alfatihah, yaitu AQSI (Al-Qur’an Santri) dan Ekspedisi Al-Qur’an.
Dalam pelaksanaannya, mushaf Al-Qur’an akan didistribusikan secara bertahap ke pesantren-pesantren, khususnya yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama. Hal ini menjadi langkah penting mengingat terdapat lebih dari 28 ribu pesantren yang berada di bawah naungan NU di seluruh Indonesia yang membutuhkan mushaf Al-Qur’an.
Selain penyaluran mushaf Al-Qur’an, Yayasan Alfatihah melalui Gerakan AGUS juga memberikan dukungan gizi kepada para santri melalui penyaluran lebih dari 12.500 butir telur bagi santri di lingkungan pesantren.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama, buka puasa bersama, salat berjamaah, serta silaturahmi antara para tokoh, tamu undangan, dan para santri yang hadir.
Melalui Gerakan AGUS ini, Yayasan Alfatihah berharap semakin banyak santri di berbagai daerah yang dapat memiliki mushaf Al-Qur’an secara layak untuk menunjang kegiatan belajar dan menghafal Al-Qur’an, sekaligus mendapatkan perhatian terhadap pemenuhan gizi mereka selama menempuh pendidikan di pesantren.
Editor: Annisa Adelina Sumadillah




