Boyolali, Suara Online – Yayasan Al-Fatihah berhasil mencatat pencapaian besar pada program qurban Idul Adha 2026. Hingga menjelang hari pelaksanaan, jumlah hewan qurban yang dihimpun telah menembus lebih dari 1.500 ekor, terdiri dari sapi, kambing, dan domba dari para shohibul qurban di berbagai daerah Indonesia.
Meningkatnya jumlah hewan qurban tersebut tidak lepas dari strategi Yayasan Al-Fatihah dalam menghadirkan layanan qurban yang lebih modern, transparan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
1. Menghadirkan Sistem Qurban yang Transparan
Salah satu strategi yang dilakukan Yayasan Al-Fatihah adalah membangun kepercayaan masyarakat melalui sistem qurban yang transparan. Shohibul qurban dapat memantau proses penyembelihan hingga distribusi daging secara realtime melalui dokumentasi foto dan video.
Transparansi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat masyarakat merasa lebih tenang saat mempercayakan ibadah qurbannya.
2. Memanfaatkan Tren Qurban Online
Di era digital, tren qurban online terus mengalami peningkatan. Yayasan Al-Fatihah memanfaatkan momentum tersebut dengan menyediakan layanan qurban yang praktis dan mudah diakses masyarakat.
Shohibul qurban dapat memilih hewan melalui katalog lengkap berisi rincian bobot, foto, dan video tanpa harus datang langsung ke lokasi peternakan. Sistem ini dinilai lebih efisien, khususnya bagi masyarakat dengan aktivitas yang padat.
3. Menjaga Kualitas dengan Sistem Modern
Selain proses pemesanan yang mudah, Yayasan Al-Fatihah juga menerapkan sistem pengelolaan qurban yang modern dan higienis. Penyimpanan daging menggunakan teknologi ABF dan cold storage agar kualitas daging tetap terjaga sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat.
Sistem tersebut membuat proses qurban menjadi lebih profesional dan tidak lagi dilakukan secara konvensional.
4. Distribusi Menjangkau Masyarakat Membutuhkan
Strategi lain yang dilakukan adalah memastikan distribusi daging qurban tepat sasaran. Daging qurban disalurkan kepada santri, yatim, dhuafa, dan masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah.
Dengan distribusi yang luas, manfaat qurban diharapkan dapat dirasakan lebih banyak orang pada momentum Hari Raya Idul Adha.
5. Dikelola oleh Tim Muda yang Kreatif
Menariknya, pelaksanaan program qurban Yayasan Al-Fatihah juga banyak melibatkan generasi muda atau Gen Z dalam proses pengelolaan hingga dokumentasi kegiatan.
Mulai dari proses penyembelihan, distribusi, hingga konten edukasi qurban dikemas dengan pendekatan yang lebih kreatif dan dekat dengan masyarakat digital saat ini.
Melalui berbagai strategi tersebut, Yayasan Al-Fatihah berharap dapat terus menjadi jembatan kebaikan antara shohibul qurban dan masyarakat penerima manfaat. Dengan sistem yang praktis, transparan, dan amanah, program qurban ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman berqurban yang lebih modern tanpa meninggalkan nilai-nilai syariat Islam.
Baca Juga : Hari Kedua Jadi Puncak Pemotongan, 800 Hewan Qurban Diproses dalam Sehari




