Boyolali, Suara Online – Proses penanganan karkas menjadi salah satu tahapan paling penting dalam pelaksanaan qurban, terutama ketika jumlah hewan yang dipotong mencapai ratusan hingga ribuan ekor.
Karena itu, Qurban Alfatihah 2026 menerapkan sistem penanganan karkas yang lebih terstruktur dan higienis agar kualitas daging tetap terjaga hingga sampai ke tangan penerima manfaat.
Dalam dunia pemotongan hewan, karkas merupakan bagian tubuh hewan setelah proses penyembelihan, pengeluaran darah, pengulitan, pemisahan kepala, kaki, serta pengeluaran isi perut dilakukan.
Setelah tahap tersebut selesai, karkas kemudian diproses lebih lanjut sebelum didistribusikan.
1. Proses Pengulitan Dilakukan Secara Bertahap
Setelah hewan disembelih sesuai syariat, panitia langsung melakukan proses pengulitan dengan hati-hati agar kulit terlepas sempurna tanpa merusak bagian daging.
Pada tahap ini, kebersihan menjadi perhatian utama karena karkas yang sudah terbuka harus dijaga agar tidak terkontaminasi kotoran maupun sisa isi perut hewan.
2. Pengeluaran Jeroan dan Pemisahan Organ
Tahap berikutnya adalah proses eviscerasi atau pengeluaran organ dalam seperti usus, lambung, hati, dan paru-paru. Proses ini harus dilakukan dengan teliti agar isi saluran pencernaan tidak pecah dan mencemari daging karkas.
Setelah dipisahkan, organ-organ tertentu yang layak konsumsi akan dibersihkan dan dipisahkan untuk proses distribusi.
3. Pembelahan Karkas Dilakukan oleh Tim Khusus
Setelah bersih, karkas kemudian dibelah menjadi beberapa bagian besar menggunakan alat pemotongan khusus. Biasanya karkas sapi dibagi menjadi dua bagian utama sebelum masuk ke tahap pencacahan daging.
Pada proses ini, panitia Qurban Alfatihah bekerja menggunakan sistem line agar pemotongan berjalan lebih cepat, rapi, dan terorganisir.
4. Daging Dipisahkan Sesuai Kualitas dan Bagian
Dari karkas tersebut, tim kemudian memisahkan bagian daging berdasarkan jenis potongan seperti paha, iga, sengkel, hingga bagian tulang.
Pemisahan ini bertujuan agar proses pengemasan dan pembagian daging menjadi lebih merata untuk para penerima manfaat.
5. Karkas Disimpan dengan Sistem Pendingin Modern
Setelah proses pemotongan selesai, karkas dan daging qurban langsung dipindahkan ke ruang pendingin menggunakan teknologi ABF (Air Blast Freezer) dan cold storage.
Sistem pendinginan ini membantu menjaga suhu daging tetap stabil sehingga kualitas, tekstur, dan kesegaran daging tetap terjaga sebelum didistribusikan.
6. Jadi Sorotan karena Dinilai Lebih Higienis
Penanganan karkas di Qurban Alfatihah 2026 menjadi sorotan karena dilakukan dengan sistem yang lebih modern dibanding pemotongan konvensional. Mulai dari alur kerja, kebersihan area pemotongan, hingga penyimpanan daging dilakukan secara lebih profesional.
Selain itu, proses dokumentasi realtime juga membuat shohibul qurban dapat melihat langsung bagaimana tahapan penanganan karkas hingga distribusi dilakukan secara transparan dan amanah.
Baca Juga : Pantau Setiap Tahap, Qurban Alfatihah Gunakan Dashboard Digital di Hari Pemotongan




