SEMARANG – Tim Ekspedisi Quran resmi diberangkatkan menuju Provinsi Lampung pada Sabtu (13/6/2026) pukul 10.30 WIB. Dalam perjalanan ini, tim membawa sebanyak 12.000 mushaf Al-Qur’an yang akan didistribusikan kepada berbagai pondok pesantren dan lembaga pendidikan Islam di bawah naungan RMI Provinsi Lampung.
Keberangkatan tersebut menjadi bagian dari komitmen program Ekspedisi Quran dalam mendukung kebutuhan sarana pembelajaran Al-Qur’an bagi para santri di berbagai daerah Indonesia. Lampung sendiri menjadi destinasi ke-108 yang dijangkau oleh program Ekspedisi Quran sekaligus destinasi keempat dalam rangkaian Program Agus Al-Qur’an.

Sebanyak dua armada truk diberangkatkan untuk mengangkut ribuan mushaf yang akan disalurkan kepada para penerima manfaat. Dalam perjalanan ini, tim terdiri dari dua pengemudi dan dua co-driver yang juga bertugas membantu proses dokumentasi serta koordinasi selama kegiatan berlangsung.
Perjalanan menuju Lampung diperkirakan berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juni 2026. Selama periode tersebut, tim akan menempuh perjalanan darat lintas provinsi sebelum melaksanakan agenda distribusi kepada pondok pesantren dan lembaga pendidikan Islam yang telah terdata sebelumnya.
Sebelum keberangkatan, berbagai persiapan telah dilakukan untuk memastikan proses ekspedisi berjalan lancar. Sejak H-7, armada yang akan digunakan telah menjalani pemeriksaan dan servis rutin guna memastikan kondisi kendaraan tetap prima selama perjalanan jauh. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap berbagai kendala teknis yang mungkin terjadi di perjalanan.
Memasuki H-3 keberangkatan, tim juga melakukan koordinasi final bersama pihak RMI guna memastikan kesiapan lokasi distribusi, data penerima manfaat, serta teknis pelaksanaan kegiatan di Lampung. Koordinasi tersebut menjadi bagian penting agar proses penyaluran Al-Qur’an dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Sementara itu, pada H-1 keberangkatan seluruh anggota tim mengikuti briefing akhir sekaligus melakukan pengecekan perlengkapan lapangan. Selain memastikan kesiapan armada, tim juga mempersiapkan kebutuhan dokumentasi dan pelaporan kegiatan yang akan digunakan selama proses ekspedisi berlangsung.
Ketua Program Ekspedisi Quran, Nalurita, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian persiapan dilakukan untuk memastikan amanah para donatur dapat tersalurkan dengan baik kepada para penerima manfaat.
“Ekspedisi ini bukan hanya tentang mengantarkan mushaf Al-Qur’an ke tujuan, tetapi juga memastikan bahwa setiap Al-Qur’an dapat diterima dan dimanfaatkan oleh para santri yang membutuhkan. Karena itu, kami melakukan berbagai persiapan sejak jauh hari agar perjalanan dan distribusi dapat berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa perjalanan menuju Lampung merupakan bagian dari ikhtiar untuk memperluas akses Al-Qur’an bagi lembaga pendidikan Islam di berbagai daerah. Menurutnya, masih banyak pesantren dan lembaga pendidikan yang membutuhkan tambahan mushaf guna mendukung kegiatan belajar mengajar dan hafalan Al-Qur’an.
Melalui program ini, Tim Ekspedisi Quran mengusung misi menciptakan generasi Qur’ani yang berprestasi serta menguatkan hafalan Al-Qur’an santri di berbagai penjuru negeri. Kehadiran mushaf yang layak dan memadai diharapkan dapat membantu para santri dalam menjalani proses pembelajaran dan menghafal Al-Qur’an secara lebih optimal.
Dengan semangat membawa cahaya Al-Qur’an hingga pelosok negeri, Tim Ekspedisi Quran memulai perjalanan menuju Lampung dengan harapan ribuan mushaf yang dibawa dapat menjadi sarana kebaikan yang terus mengalir manfaatnya bagi para santri dan lembaga pendidikan Islam penerima manfaat.




