Suara Online
  • Beranda
  • Berita
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Teknologi
Subscribe
Suara OnlineSuara Online
Aa
Search
  • Pages
    • Blog Index
    • Contact Us
    • Search Page
    • 404 Page
  • Categories
  • Personalized
    • My Saves
    • My Feed
    • My Interests
    • History
Follow US
tower grk

Beranda – bmkg – Mengenal Tower GRK di Bukit Kototabang Sumatera Barat

ArtikelTeknologi

Mengenal Tower GRK di Bukit Kototabang Sumatera Barat

Zakya rohmatul laila
Zakya rohmatul laila 18 Views Published
Share
SHARE

SUARAONLINE.COM-Gas rumah kaca menjadi salah satu penyebab perubahan iklim di dunia. Sudah banyak cara yang dilakukan oleh pemerintah dalam menangani hal ini. Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan membangun tower GRK (Gas Rumah Kaca). Mengapa membangun Tower GRK? Apa sih fungsi dari Tower GRK? 

Contents
Apa Itu Tower GRK?Tower GRK di Indonesia

Untuk pembahasan lebih lengkapnya, simak artikel berikut!

Masalah perubahan iklim sudah tidak asing bagi masyarakat dunia, efek gas rumah kaca menjadi salah satu penyebab utama. Pada 20 Maret 2023 ketua BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) meresmikan pembangunan Tower GRK di stasiun pemantau atmosfer global atau Global Atmosphere Watch (GAW) Bukit Kototabang, Agam, Sumatera Barat.

Apa Itu Tower GRK?

Tower GRK (Gas Rumah Kaca) adalah sebuah tower setinggi 100 meter yang dibangun untuk memantau dan mengukur kondisi gas rumah kaca di atmosfer. Tower tersebut dilengkapi dengan sensor meteorologi yang berfungsi untuk memantau dari tiga titik ketinggian, yaitu 30 meter, 70 meter dan 100 meter.

Cara kerja dari Tower Gas Rumah Kaca adalah inlet akan disambungkan dengan sensor monitoring untuk mengukur konsentrasi GRK. Pada tower tersebut juga dapat mengukur suhu udara, kelembapan udara, tekanan udara, serta arah dan kecepatan angin. 

Tower GRK di Indonesia

Pada 20 Maret 2023 ketua BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) meresmikan pembangunan Tower Gas Rumah Kaca di stasiun pemantau atmosfer global atau Global Atmosphere Watch (GAW) Bukit Koto Tabang, Agam, Sumatera Barat.

Dwikorita Karnawati selaku Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, mengatakan “GAW Koto Tabang adalah 1 dari 30 stasiun jaringan GAW global Organisasi Meteorologi Dunia (WMO). tower gas rumah kaca ini, menjadi wujud kontribusi Indonesia dalam program Integrated Global Greenhouse Gas Information System (IG3IS)”.

Dwikorita mengucapkan terima kasih kepada tokoh adat dan tokoh masyarakat Sumatera Barat yang sudah menghibahkan lahan sebagai tempat operasional GAW Koto Tabang.

Baca Juga: Berikut Penjelasan Tema Sumpah Pemuda 2022, Lengkap Dengan Sejarahnya!

TAGGED: bmkg, gas rumah kaca, indonesia, kototabang, tower grk
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Verified Blog

Seedbacklink

Rumah Anak Surga

Hotel Karantina Qur’an

Rental Motor Semarang

You Might Also Like

male medical figure with front brain highlighted
ArtikelGaya Hidup

3 Aktivitas Olahraga Otak untuk Cegah Brain Rot, Bisa Bantu Tingkatkan Fokus

3 Min Read
man showing business card car
ArtikelOtomotitf

Cara Bikin SIM Digital Gratis, Aktivasi Tak Sampai 5 Menit

4 Min Read
closeup fuel nozzles gas station
ArtikelBerita

Alasan Harga Pertamax Naik Mulai 10 Juni 2026, Pertamina Sebut Pengaruh Harga Minyak Dunia

2 Min Read
Begini Cara Cerdas Yayasan Alfatihah Saat Kelola Ribuan Hewan Qurban
ArtikelInformasi

Begini Cara Cerdas Yayasan Alfatihah Saat Kelola Ribuan Hewan Qurban

8 Min Read
Suara Online

Suaraonline.com : The voice of netizen

  • Tentang Kami
  • Sitemap
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Privacy Police
Welcome Back!

Sign in to your account


Lost your password?