Suaraonline.com – Pada hari kamis ba’da ashar waktu Riyadh, Yayasan Alfatihah mendistribusikan 63 paket iftar bagi para jamaah yang beribadah di tanah suci Makkah. Sedekah iftar ini sangat bermanfaat bagi jamaah yang sedang menjalankan puasa sunnah senin kamis.
Distribusi sedekah iftar ini disalurkan di sekitar area Ajyad, Makkah. Penyaluran bantuan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kepada saudara-saudara seiman kita dalam melegakan dahaga dan rasa lapar pada perut mereka setelah seharian berpuasa.
Progam sedekah iftar Baitullah ini merupakan salah satu progam unggulan Yayasan Alfatihah dengan menyalurkan makanan siap santap bagi jamaah.
Progam ini mengajarkan kita sebagai umat Islam bahwasannya sedekah sekecil apapun bentuknya akan menghadirkan kebahagiaan tersendiri bagi orang lain yang membuat mereka tersenyum karena merasa disayang dan dicintai.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
وَالَّذِيْنَ اسْتَجَابُوْا لِرَبِّهِمْ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَۖ وَاَمْرُهُمْ شُوْرٰى بَيْنَهُمْۖ وَمِمَّا رَزَقْنٰهُمْ يُنْفِقُوْنَۚ
Artinya: “(juga lebih baik dan lebih kekal bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhan dan melaksanakan salat, sedangkan urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah di antara mereka. Mereka menginfakkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka.” (QS. Asy Syura: 38)
Sedekah iftar Baitullah bukan hanya sekedar bentuk membagikan makanan melainkan juga untuk mempererat tali persaudaraan antar umat Islam serta dapat menjalankan sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW yang mengajurkan kita untuk memberi makan kepada orang yang sedang berpuasa.
Keutamaan Memberi Makan Orang yang Berpuasa
Adapun keutamaan memberi orang yang sedang berpuasa adalah:
1. Mendapat Pahala Seperti Orang yang Berpuasa
Dari Zaid bin Khalid Al-Juhani radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا
Artinya: “Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (Hadist Riwayat Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5: 192. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih)
2. Menyelamatkan Orang dari Panasnya Hari Kiamat
Dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
كُلُّ امْرِئٍ فِى ظِلِّ صَدَقَتِهِ حَتَّى يُفْصَلَ بَيْنَ النَّاسِ
Artinya: “Setiap orang akan berada di naungan amalan sedekahnya hingga ia mendapatkan keputusan di tengah-tengah manusia.” (Hadist Riwayat Ahmad, 4: 147. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)
3. Jalan Menuju Syurga
Dari ‘Ali radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ فِى الْجَنَّةِ غُرَفًا تُرَى ظُهُورُهَا مِنْ بُطُونِهَا وَبُطُونُهَا مِنْ ظُهُورِهَا. فَقَامَ أَعْرَابِىٌّ فَقَالَ لِمَنْ هِىَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لِمَنْ أَطَابَ الْكَلاَمَ وَأَطْعَمَ الطَّعَامَ وَأَدَامَ الصِّيَامَ وَصَلَّى لِلَّهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ
Artinya: “Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya.” Lantas seorang arab baduwi berdiri sambil berkata, “Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasululullah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Untuk orang yang berkata benar, yang memberi makan, dan yang senantiasa berpuasa dan shalat pada malam hari di waktu manusia pada tidur.” (Hadist Riwayat Tirmidzi no. 1984. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)