Suara Online – Senyum bahagia menghiasi wajah para perwakilan anak yatim yang menerima santunan secara simbolis di Balai Kota Semarang, Kamis (25/6).
Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota Semarang dan Yayasan Alfatihah, santunan disalurkan kepada 1.000 anak yatim piatu sebagai bentuk kepedulian bersama untuk membantu memenuhi kebutuhan mereka sekaligus memberikan semangat dalam menatap masa depan.
Program santunan ini menjadi salah satu wujud sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga sosial dalam memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat.
Penyaluran santunan diawali dengan penyerahan secara simbolis kepada perwakilan anak yatim piatu di atas panggung. Setelah rangkaian acara selesai, santunan berupa uang tunai dan paket kebutuhan pokok dibagikan secara langsung kepada seluruh 1.000 anak yatim piatu penerima manfaat.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wali Kota Semarang Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S., M.M., Kepala Dinas Sosial Kota Semarang Moh. Agus Junaidi, S.Kom., M.M., M.Ling., serta Perwakilan Yayasan Alfatihah H. Bambang Eko Purnomo, S.E., S.H., M.M.
Turut hadir jajaran Pemerintah Kota Semarang, tokoh masyarakat, para pendamping, serta perwakilan penerima manfaat.
Perwakilan Yayasan Alfatihah H. Bambang Eko Purnomo mengatakan bahwa program santunan ini merupakan bagian dari komitmen Yayasan Alfatihah untuk terus mendukung upaya Pemerintah Kota Semarang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin turut membantu Pemerintah Kota Semarang dalam upaya menyejahterakan masyarakat. Kepedulian yang ditunjukkan Ibu Wali Kota kepada seluruh warga menjadi semangat bagi kami untuk terus berkolaborasi menghadirkan manfaat bagi masyarakat Kota Semarang,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Yayasan Alfatihah menyalurkan santunan senilai Rp300 ribu kepada setiap penerima manfaat yang terdiri atas uang tunai dan paket kebutuhan pokok.
Wali Kota Semarang Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti mengapresiasi komitmen Yayasan Alfatihah yang selama ini aktif berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Semarang dalam berbagai program sosial.
Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadirkan kesejahteraan masyarakat sehingga kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci untuk memperluas manfaat program.
“Melihat senyum dan semangat anak-anak hari ini mengingatkan kita bahwa mereka tidak sendirian. Ada pemerintah, yayasan, dan banyak lapisan masyarakat yang hadir sebagai keluarga besar untuk saling menguatkan. Kami akan terus berkomitmen menghadirkan program-program yang bermanfaat agar semakin banyak anak yatim yang dapat merasakan perhatian dan kasih sayang bersama,” kata Agustina.
Selain menghadirkan program santunan bagi anak yatim, Pemerintah Kota Semarang juga terus memperkuat layanan sosial melalui berbagai program, termasuk pengembangan Rumah Inspirasi di tingkat kecamatan sebagai ruang pemberdayaan bagi penyandang disabilitas.
Kebahagiaan turut dirasakan Naila, salah seorang penerima manfaat. Siswi yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMK itu mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya.
“Alhamdulillah saya senang sekali mendapat santunan ini. Terima kasih kepada Pemerintah Kota Semarang dan Yayasan Alfatihah. Uangnya nanti ingin saya gunakan untuk membeli seragam sekolah SMK, sedangkan sembakonya bisa membantu kebutuhan keluarga di rumah,” ungkap Naila.
Kolaborasi antara Pemerintah Kota Semarang dan Yayasan Alfatihah diharapkan terus berlanjut melalui berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Santunan kepada 1.000 anak yatim piatu ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan penerima manfaat, tetapi juga menjadi bukti bahwa semangat gotong royong antara pemerintah, lembaga sosial, dan masyarakat mampu menghadirkan harapan serta masa depan yang lebih baik bagi anak-anak yatim di Kota Semarang.









