Suaraonline.com – Menjalin hubungan dengan pasangan di awal terlihat sangat romantis merupakan hal yang membahagiakan dan sangat manis. Namun, apa jadinya jika pasangan selalu memberikan perhatian yang berlebihan bahkan sampai bisa mengendalikan diri kita? Itulah yang disebut dengan love bombing.
Bahaya love bombing jarang disadari oleh orang. Pasalnya, banyak pasangan yang terlihat normal dan biasa saja ketika menjalin sebuah hubungan namun ternyata salah satunya itu adalah orang yang manipulatif dan toxic tanpa disadari.
Bahaya Love Bombing
Love bombing merupakan hal yang sangat berbahaya karena hal tersebut termasuk dalam bentuk manipulasi dan jebakan cinta. Berikut ini bahaya love bombing:
1. Kehilangan Batasan Personal Diri
Salah satu bahaya love bombing yaitu pasangan akan kehilangan batasan dalam dirinya. Pelaku love bombing akan lebih sering mengontrol pasangan mulai dari ruang, waktu, dan kegiatan yang dilakukan oleh pasangan.
Akibatnya, pasangan menjadi kehilangan batasan personal diri dan privasi karena merasa selalu diawasi dan dikontrol di setiap saat. Padahal hubungan yang sehat tetap harus mempunyai batasan individu dan membiarkan pasangannya untuk berkembang.
2. Ketergantungan Secara Emosional
Bahaya love bombing yang lainnya adalah pasangan lama-lama akan memiliki ketergantungan secara emosional. Pasangan yang sudah terjebak dengan pelaku akan selalu overthinking jika pelaku tidak memberikan kabar atau perhatian.
Dunia akan terasa hancur bila ditinggalkan oleh pelaku dan membuat menjadi susah untuk berpikir jernih dalam membuat keputusan secara rasional. Tak jarang, justru pelaku akan memanfaatkan korban dan memanipulasinya agar semakin merasa kehilangan.
3. Kesulitan Membedakan Orang yang Tulus
Seseorang yang sudah menjadi korban dari pelaku love bombing juga biasanya akan kesulitan untuk membedakan orang yang tulus di kemudian hari. Mereka terbiasa dimanipulasi secara halus dan merasa dijadikan orang yang paling dicintai.
Bahaya love bombing ini akan sangat berdampak pada korban ketika ingin melanjutkan hubungan dengan orang lain. Korban akan sulit menentukan pasangan yang green flag dan susah dalam membedakan orang yang benar-benar tulus mencintai.
4. Merasa Dikucilkan dari Lingkungan Sekitar
Korban terbiasa dikucilkan pelaku dari lingkungannya sehingga korban sudah jarang bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya yang membuatnya merasa dikucilkan.
Pelaku love bombing biasanya membujuk korban untuk jalan berdua maupun menikmati waktu hanya berdua, padahal yang sebenarnya adalah pelaku tidak mau korban untuk bersosialisasi.
Lama-lama, korban akan dikucilkan dan dijauhi dari lingkungannya mulai dari teman, kerabat, bahkan lebih parahnya bisa sampai keluarga. Padahal support system dari orang-orang terdekat bisa menjadi kunci untuk korban bangkit.
5. Mengalami Trust Issue
Bahaya love bombing juga akan menyebabkan korban menjadi trust issue yang berkepanjangan. Korban juga bisa menjadi memiliki trauma serta memiliki krisis kepercayaan dengan orang.
Trauma ini adalah hal yang berbahaya karena akan sulit untuk korban membuka hati
kembali dan menjalin hubungan percintaan dengan orang lain.
Tahapan-tahapan Love Bombing
Love bombing tidak terjadi begitu saja. Tentunya pelaku sudah menyiapkan banyak siasat-siasat licik untuk membodohi korbannya. Love bombing pun dilakukan melalui berbagai tahapan. Berikut ini tahapannya lebih lanjut!
1. Tahapan Idealisasi
Tahapan idealisasi merupakan tahapan awal yang dilakukan oleh pelaku. Dalam tahapan ini pelaku akan selalu memberikan perhatian, ucapan manis, memuji, dan menggoda korban. Pelaku ingin korban menjadi lebih mudah dikendalikan.
Kemudian korban akan merasa jika hubungan yang dijalani sangat menyenangkan dan berkembang lebih cepat. Umumnya pelaku akan menarik perhatian korban dengan terlihat peduli namun faktanya adalah agar korban terjebak dalam jebakan yang pelaku buat.
2. Tahapan Devaluasi
Tahapan devaluasi merupakan tahapan yang dimana pelaku mulai menunjukkan sifat aslinya. Pelaku akan bersifat manis dan tiba-tiba menjadi seorang yang pemarah. Ketika di hadapan banyak orang, pelaku akan bersikap menjadi pasangan yang ideal dan selalu romantis.
Namun ketika hanya berdua, pelaku tidak segan berkata kasar atau yang lebih parahnya bisa sampai main tangan kepada korban.
3. Tahapan Meninggalkan Pasangan
Tahapan ini merupakan tahapan akhir yang dilakukan oleh pelaku. Jika pasangan sudah terlihat tidak menarik dan tidak dapat memenuhi kebutuhannya lagi, maka pelaku tidak akan segan untuk meninggalkan korban dan mencari korban yang baru lagi.
Itulah tadi mengenai bahaya dan tahapan dari love bombing. Jika pasanganmu terlihat sudah memiliki tanda-tanda menjadi pelaku love bombing, maka jangan pernah takut untuk meninggalkannya dan mencoba keluar dari hubungan yang toxic.
Jika masih mempertahankan hubungan, maka hal itu justru akan semakin membahayakan mental dan kesehatanmu. Jangan segan untuk selalu berkomunikasi dengan teman terdekat maupun keluarga agar tetap aman.
Baca Juga: Perempuan Tidak Bercerita Tapi Suka Prengat Prengut, Inilah 5 Alasan Dibaliknya!
Penulis: Suci Wulandari




