Suara Online
  • Beranda
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Teknologi
Subscribe
Suara OnlineSuara Online
Aa
Search
  • Pages
    • Home
    • Blog Index
    • Contact Us
    • Search Page
    • 404 Page
  • Categories
  • Personalized
    • My Saves
    • My Feed
    • My Interests
    • History
Follow US
Belajar Mengatakan “Tidak” tanpa Rasa Bersalah demi Menjaga Kesehatan Mental

Beranda – Belajar – Belajar Mengatakan “Tidak” tanpa Rasa Bersalah demi Menjaga Kesehatan Mental

ArtikelInformasi

Belajar Mengatakan “Tidak” tanpa Rasa Bersalah demi Menjaga Kesehatan Mental

Salsabila Humairo Azzahro
Salsabila Humairo Azzahro
Share
Belajar Mengatakan “Tidak” tanpa Rasa Bersalah demi Menjaga Kesehatan Mental
SHARE

Suara Online – Belajar mengatakan “tidak” sering kali menjadi hal yang sulit bagi banyak orang. Bukan karena tidak tahu batas kemampuan, tetapi karena takut mengecewakan, takut dianggap egois, atau khawatir merusak hubungan. 

Padahal, terus memaksakan diri demi menyenangkan orang lain justru perlahan mengorbankan diri sendiri.

Rasa bersalah saat menolak permintaan orang lain biasanya muncul karena kita terbiasa menempatkan kebutuhan orang lain di atas kebutuhan pribadi. 

Kita lupa bahwa waktu, energi, dan emosi juga memiliki batas. Ketika batas itu dilanggar terus-menerus, kelelahan mental pun tak terhindarkan.

Mengatakan “tidak” bukan berarti kamu orang yang buruk atau tidak peduli. Sebaliknya, itu adalah bentuk kejujuran terhadap diri sendiri dan orang lain. 

Dengan menolak secara jujur, kamu mencegah ekspektasi yang tidak realistis dan hubungan yang dibangun di atas keterpaksaan.

Cara menyampaikan penolakan juga penting. Kamu tidak perlu memberi penjelasan panjang atau pembelaan berlebihan. 

Kalimat sederhana, sopan, dan tegas sudah cukup. Semakin banyak alasan yang kamu berikan, semakin besar peluang orang lain untuk menekan atau memanipulasi keputusanmu.

Belajar mengatakan “tidak” tanpa rasa bersalah adalah proses. Awalnya mungkin terasa canggung dan tidak nyaman, tetapi seiring waktu kamu akan menyadari bahwa dunia tidak runtuh hanya karena kamu menolak. Orang yang menghargaimu akan memahami batasan tersebut.

Jadi, kemampuan mengatakan “tidak” adalah bentuk self-respect dan kedewasaan emosional. 

Kamu berhak menentukan prioritas hidupmu sendiri tanpa harus merasa bersalah. Ketika kamu mulai menghargai diri sendiri, orang lain pun akan belajar menghargaimu.

Baca Juga : Berhenti Memberi Penjelasan kepada Mereka yang Tidak Mau Memahami demi Kesehatan Mental

TAGGED: Belajar, kesehatan mental, Self Imrovement
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified Blog

Seedbacklink

Rumah Anak Surga

Hotel Karantina Qur’an

Rental Motor Semarang

You Might Also Like

Berhenti Memberi Penjelasan kepada Mereka yang Tidak Mau Memahami demi Kesehatan Mental
ArtikelInformasi

Berhenti Memberi Penjelasan kepada Mereka yang Tidak Mau Memahami demi Kesehatan Mental

2 Min Read
Kecelakaan Lalu Lintas Terjadi di Lingkar Ambarawa, Sopir Truk Alami Luka Ringan
BeritaInformasi

Kecelakaan Lalu Lintas Terjadi di Lingkar Ambarawa, Sopir Truk Alami Luka Ringan

2 Min Read
Kecelakaan Adu Banteng Motor dan Mobil Pick-up Terjadi di Depan Hotel Loren Kopeng
BeritaInformasi

Kecelakaan Adu Banteng Motor dan Mobil Pick-up Terjadi di Depan Hotel Loren Kopeng

2 Min Read
Detoks Mental dari Perbandingan Sosial: Cara Lepas dari Tekanan Hidup yang Tidak Perlu
ArtikelInformasi

Detoks Mental dari Perbandingan Sosial: Cara Lepas dari Tekanan Hidup yang Tidak Perlu

2 Min Read
Suara Online

Suaraonline.com : The voice of netizen

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy Police
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?