Suaraonline.com – Pernah merasa otak kamu seperti lemot, susah fokus, atau gampang lupa padahal tidur cukup dan sehari-hari terlihat normal? Itu kemungkinan besar yang disebut brain fog.
Kondisi ini membuat pikiran terasa kabur, memengaruhi produktivitas, dan kadang bikin frustasi. Meskipun terdengar sepele, brain fog bisa mengganggu kualitas hidup jika tidak ditangani.
Tanda dan Penyebab Brain Fog
Tanda-tanda brain fog cukup jelas. Kamu mungkin sering lupa hal sederhana, kesulitan konsentrasi saat bekerja atau belajar, merasa lambat dalam berpikir, dan sulit membuat keputusan.
Bahkan melakukan aktivitas yang biasanya mudah terasa berat. Kondisi ini bisa muncul sesekali atau terus-menerus tergantung penyebabnya.
Penyebab brain fog beragam. Salah satunya adalah kurang tidur. Otak yang tidak mendapat waktu istirahat cukup tidak bisa bekerja optimal, sehingga memengaruhi fokus dan memori. Stres berkepanjangan juga menjadi pemicu. Pikiran yang selalu tegang membuat otak sulit “tenang,” sehingga kemampuan berpikir menjadi kabur.
Gaya hidup juga berperan. Pola makan tidak seimbang, dehidrasi, dan kurang aktivitas fisik bisa memicu brain fog. Misalnya, terlalu banyak konsumsi gula atau kafein bisa menyebabkan fluktuasi energi yang memengaruhi kejernihan pikiran. Sementara terlalu lama menatap layar komputer atau HP tanpa jeda juga bisa memperburuk kondisi ini.
Selain itu, brain fog bisa muncul akibat kondisi medis tertentu seperti anemia, gangguan tiroid, atau efek samping obat. Jadi, jika brain fog terus muncul meski pola hidup sudah sehat, penting untuk konsultasi dengan tenaga medis.
Cara Mengatasi Brain Fog
Untuk mengatasi brain fog, langkah pertama adalah memperbaiki pola tidur. Tidur cukup dan berkualitas memberi otak kesempatan untuk “refresh,” meningkatkan fokus dan memori.
Selanjutnya, kelola stres dengan cara rileks, meditasi, olahraga ringan, atau melakukan hobi yang menyenangkan. Aktivitas ini membantu menenangkan pikiran dan meningkatkan energi mental.
Pola makan juga penting. Konsumsi makanan bergizi, cukup protein, sayur, buah, dan hindari gula berlebihan. Minum air cukup setiap hari agar tubuh dan otak tetap terhidrasi. Aktivitas fisik rutin, seperti jalan kaki atau senam ringan, juga meningkatkan aliran darah ke otak sehingga membantu kejernihan berpikir.
Selain itu, beri jeda saat bekerja atau belajar. Teknik 20-20-20, yaitu setiap 20 menit menatap layar, lihat objek sejauh 20 kaki selama 20 detik, bisa mengurangi kelelahan mata dan otak. Menulis daftar tugas atau jurnal juga membantu menata pikiran sehingga otak tidak merasa kewalahan.
Ingat, otakmu sama berharganya dengan tubuhmu. Menjaga kesehatan mental dan fisik adalah kunci agar setiap hari kamu tetap fokus, produktif, dan merasa baik dan terhindar dari brain frog.
Baca Juga: Workaholic Syndrome dan Risiko Jangka Panjang
Editor: Annisa Adelina Sumadillah.




