Suaraonline.com — Banyak orang di usia 20–30-an tiba-tiba merasa bingung dengan arah hidup mereka, terutama di lingkungan kerja. Pekerjaan yang dulu terasa menjanjikan kini terasa monoton, target terasa menekan, dan pencapaian seakan tidak memuaskan.
Fenomena ini dikenal sebagai quarter life crisis, yaitu fase ketidakpastian emosional, profesional, dan identitas diri pada usia awal dewasa. Tidak sedikit karyawan yang merasa cemas, kehilangan motivasi, bahkan meragukan kemampuan diri sendiri ketika menghadapi tekanan karier yang tinggi.
Cara Menghadapi Quarter Life Crisis di Tempat Kerja
Menghadapi quarter life crisis tidak berarti harus resign atau menghindar dari tanggung jawab. Ada beberapa langkah yang bisa membantu:
Pertama, Refleksi Diri. Luangkan waktu untuk mengevaluasi pencapaian, keterampilan, dan minat pribadi. Tanyakan pada diri sendiri, apa yang sebenarnya ingin dicapai dalam karier dan hidup. Menyadari apa yang penting membantu mengurangi kebingungan.
Kedua, tetapkan prioritas realistis. Jangan memaksakan diri mengejar semua target sekaligus. Fokus pada hal-hal yang paling berdampak untuk pengembangan diri dan karier. Dengan prioritas yang jelas, beban mental bisa berkurang.
Ketiga, bangun support system. Berbagi cerita dengan teman, mentor, atau keluarga yang memahami situasi dapat meringankan tekanan. Kadang, sekadar didengar atau mendapat masukan objektif membantu melihat masalah dari sudut pandang baru.
Keempat, tingkatkan keterampilan dan pengetahuan. Gunakan quarter life crisis sebagai momentum untuk belajar hal baru. Pelatihan, workshop, atau kursus bisa memberi rasa pencapaian sekaligus membuka peluang karier baru.
Kelima, jaga kesehatan fisik dan mental. Stres berlebihan bisa memperparah quarter life crisis. Olahraga ringan, tidur cukup, dan hobi sederhana bisa membantu menjaga keseimbangan emosional.
Jadi, itulah kunci menghadapi quarter life crisis di tempat kerja memang menantang, tapi bukan hal yang mustahil.
Baca Juga: Overthinking: Penyebab dan Cara Menghentikannya
Editor: Annisa Adelina Sumadillah.




