Suara Online
  • Beranda
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Teknologi
Subscribe
Suara OnlineSuara Online
Aa
Search
  • Pages
    • Home
    • Blog Index
    • Contact Us
    • Search Page
    • 404 Page
  • Categories
  • Personalized
    • My Saves
    • My Feed
    • My Interests
    • History
Follow US
Derita Anak Tengah: Selalu Diminta Ngalah, Kapan Menangnya?

Beranda – anak tengah – Derita Anak Tengah: Selalu Diminta Ngalah, Kapan Menangnya?

ArtikelGaya Hidup

Derita Anak Tengah: Selalu Diminta Ngalah, Kapan Menangnya?

Annisa Adelina
Annisa Adelina
Share
SHARE

Suaraonline.com – Dalam dinamika keluarga, posisi anak sering kali mempengaruhi cara mereka diperlakukan dan dipahami. Anak pertama kerap dipandang sebagai harapan dan kebanggaan, sementara anak bungsu identik dengan sosok yang dimanja. Sedangkan, anak tengah berada pada posisi terjepit di antara kakak dan adik. 

Tidak sedikit anak tengah yang tumbuh dengan perasaan harus selalu mengerti, mengalah, dan menyesuaikan diri. Tanpa disadari, tuntutan tersebut membentuk beban emosional yang dipikul sejak kecil hingga dewasa. 

Derita Anak Tengah 

Derita anak tengah sering dimulai dari tuntutan untuk selalu mengalah. Ketika berhadapan dengan kakak, mereka diminta mengalah karena dianggap masih kecil dan belum banyak mengerti. 

‘Kamu masih kecil, jangan ngebantah Kakak.’ 

Namun, saat berhadapan dengan adik, mereka kembali diminta mengalah karena dianggap sudah lebih besar dan harus lebih dewasa.

‘Kamu sudah dewasa, seharusnya ngalah sama adik.’

Dua situasi yang berbeda, tetapi selalu meletakkan anak tengah pada posisi yang sama yaitu harus selalu mengalah. Hal ini yang akan menjadi luka yang tanpa sadar membuat mereka bertanya, ‘terus kapan aku boleh menang?’

Kedua, anak tengah kerap berada dalam posisi yang tidak jelas. Mereka bukan anak yang dinanti-nanti seperti anak pertama, yang kehadirannya penuh harapan dan ekspektasi.

Mereka juga bukan anak terakhir yang sering mendapatkan perhatian lebih dan kasih sayang ekstra. Posisi di tengah membuat keberadaan mereka kerap luput dari perhatian, seolah dianggap akan baik-baik saja tanpa perlu diperhatikan secara khusus.

Derita anak tengah juga diperkuat oleh stereotip masyarakat yang menganggap mereka sebagai pribadi yang kuat, sabar, dan mandiri. 

Label ini membuat anak tengah sering diharapkan bisa berdiri sendiri dan menyelesaikan masalahnya tanpa bantuan. Akibatnya, mereka jarang dikuatkan secara emosional dan terbiasa memendam perasaan.

Derita anak tengah bukanlah mitos semata, melainkan realitas yang sering dialami banyak orang. Memahami posisi dan beban emosional mereka adalah langkah awal untuk menciptakan lingkungan keluarga yang lebih adil, hangat, dan saling menguatkan.

Jadi, itulah beberapa derita anak tengah, yang bukan hanya soal iri pada saudara, melainkan tentang kebutuhan untuk diakui dan dipahami.

Baca Juga: 4 Manfaat Menjadi Orang Aneh, Ternyata Bisa Mengurangi Stres

Editor: Annisa Adelina Sumadillah

TAGGED: anak tengah, Derita Anak Tengah, suka duka anak tengah
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified Blog

Seedbacklink

Rumah Anak Surga

Hotel Karantina Qur’an

Rental Motor Semarang

You Might Also Like

Peninggian Jalan Arah Semarang–Demak Mulai Dikerjakan, Pengguna Jalan Diminta Lebih Waspada
ArtikelInformasi

Peninggian Jalan Arah Semarang–Demak Mulai Dikerjakan, Pengguna Jalan Diminta Lebih Waspada

2 Min Read
Psikosomatis: Ketika Masalah Psikis Berubah Menjadi Penyakit Fisik dan 7 Cara Mencegahnya!
Gaya HidupKesehatan

Psikosomatis: Ketika Masalah Psikis Berubah Menjadi Penyakit Fisik dan 7 Cara Mencegahnya!

4 Min Read
Kebiasaan Kecil yang Diam-Diam Menurunkan Kualitas Hidup tanpa Disadari
ArtikelInformasi

Kebiasaan Kecil yang Diam-Diam Menurunkan Kualitas Hidup tanpa Disadari

2 Min Read
Sukses Versi Diri Sendiri dan Sukses Versi Media Sosial: Mana yang Benar-Benar Membahagiakan?
ArtikelInformasi

Sukses Versi Diri Sendiri dan Sukses Versi Media Sosial: Mana yang Benar-Benar Membahagiakan?

2 Min Read
Suara Online

Suaraonline.com : The voice of netizen

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy Police
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?