Suara Online – Perbandingan sosial sering kali terjadi tanpa kita sadari. Saat membuka media sosial, melihat pencapaian orang lain, liburan mereka, karier yang tampak sukses, atau kehidupan yang terlihat bahagia, pikiran kita perlahan mulai membandingkan.
Dari sinilah kelelahan mental muncul, bukan karena hidup kita buruk, tetapi karena kita terus mengukurnya dengan standar orang lain.
Detoks mental dari perbandingan sosial menjadi langkah penting agar kesehatan emosional tetap terjaga.
Kita perlu memahami bahwa apa yang ditampilkan di media sosial hanyalah potongan terbaik dari hidup seseorang.
Tidak ada yang benar-benar memperlihatkan kegagalan, rasa takut, atau proses panjang di balik pencapaian tersebut. Membandingkan diri dengan potongan cerita orang lain jelas tidak adil bagi diri sendiri.
Langkah awal detoks mental bisa dimulai dengan menyadari pemicu perbandingan. Apakah dari media sosial, lingkungan pertemanan, atau tuntutan sosial tertentu. Setelah itu, batasi paparan yang membuat diri merasa tidak cukup.
Mengurangi waktu scroll, berhenti mengikuti akun yang memicu rasa rendah diri, dan memberi jeda bagi pikiran adalah bentuk perlindungan diri yang sehat.
Detoks mental juga berarti kembali fokus pada perjalanan pribadi. Setiap orang memiliki waktu tumbuh yang berbeda.
Ada yang cepat terlihat hasilnya, ada pula yang sedang membangun fondasi dalam diam. Semua proses tetap bernilai, meski tidak selalu terlihat oleh orang lain.
Pada akhirnya, detoks mental dari perbandingan sosial membantu kita hidup lebih tenang dan jujur pada diri sendiri.
Bukan siapa yang paling cepat, tetapi siapa yang mampu bertahan dan bertumbuh sesuai jalannya masing-masing. Dengan berhenti membandingkan, kita memberi ruang bagi diri untuk benar-benar hidup.
Baca Juga : Rutinitas Harian untuk Menjaga Produktivitas




