Suaraonline.com – Digital fatigue secara sederhanan merupakan kondisi dimana seseorang kelelahan karena terlalu banyak menatap layar digital.
Terlebih lagi di era digital seperti sekarang, hampir semua aktivitas sehari-hari nggak bisa lepas dari layar. Mulai dari HP, laptop, tablet, hingga TV, semua seakan menuntut perhatian kamu setiap saat.
Tanpa disadari, interaksi yang terlalu lama dengan layar bisa bikin kamu merasa lelah secara mental. Tidak cuma capek mata atau pusing kepala, tapi mood kamu bisa berubah, fokus hilang, dan rasa stres muncul tanpa sebab jelas.
Tanda-tanda Digital Fatigue
Digital fatigue muncul ketika otak dan tubuh kamu dipaksa bekerja terus-menerus di depan layar tanpa istirahat yang cukup.
Tanda-tandanya bisa berbeda-beda, tapi beberapa yang paling umum antara lain yaitu mata merah atau kering, sering menguap, sulit berkonsentrasi, cepat marah, hingga merasa kewalahan dengan tugas sederhana.
Kamu mungkin juga merasa lelah meski tidur cukup, karena mental kamu sebenarnya butuh jeda dari rangsangan digital yang terlalu banyak.
Penyebab Digital Fatigue
Penyebab digital fatigue tidak hanya karena durasi layar yang panjang. Konten yang kamu konsumsi juga berperan.
Misalnya, scroll sosial media terlalu lama bisa bikin perasaan kamu campur aduk karena informasi yang diterima terlalu cepat dan beragam.
Kedua, bekerja dari rumah sambil multitasking, menatap email, chat, dan dokumen sekaligus bisa bikin otak kamu gampang penat yang disebabkan adanya kombinasi dari durasi, intensitas, dan kualitas interaksi kamu dengan layar.
Dampak jangka panjang dari digital fatigue bisa serius. Selain mengganggu produktivitas, kondisi ini bisa memicu kecemasan, insomnia, bahkan penurunan kesehatan fisik seperti sakit kepala dan nyeri leher.
Kalau kamu nggak sadar dan terus memaksakan diri, mental kamu bisa capek terus-menerus, membuat kamu sulit menikmati waktu luang atau berinteraksi dengan orang sekitar.
Cara Mengurangi Digital Fatigue
Untuk mengurangi digital fatigue, kamu perlu strategi sederhana tapi efektif.
Pertama, buat jadwal istirahat layar. Misalnya, setiap satu jam menatap layar, beri jeda 5–10 menit untuk mengistirahatkan mata dan pikiran.
Kedua, batasi penggunaan sosial media atau berita yang bikin stres, terutama sebelum tidur.
Ketiga, prioritaskan kegiatan offline yang menyenangkan seperti jalan kaki, olahraga ringan, atau ngobrol dengan teman tanpa HP. Bahkan sekadar duduk santai sambil menikmati alam bisa membantu otak kamu “reload”.
Kamu juga bisa mencoba teknik 20-20-20 yaitu setiap 20 menit menatap layar, lihat objek sejauh 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik.
Cara ini terbukti mengurangi ketegangan mata dan membuat otak kamu lebih rileks. Selain itu, pastikan lingkungan kerja atau belajar kamu nyaman, pencahayaan cukup, dan postur tubuh benar agar fisik nggak ikut capek.
Digital fatigue mungkin terdengar sepele, tapi efeknya bisa besar kalau dibiarkan. Menyadari tanda-tandanya sejak awal dan mengambil langkah pencegahan akan membuat kamu lebih sehat secara mental dan fisik.
Ingat, layar memang penting, tapi kesehatan mental kamu jauh lebih berharga. Jadi, jangan ragu memberi jeda pada diri sendiri, karena otak dan tubuh kamu juga butuh istirahat.
Editor: Annisa Adelina Sumadillah.




