Suara Online
  • Beranda
  • Bisnis
  • Pendidikan
  • Kesehatan
  • Gaya Hidup
  • Teknologi
Subscribe
Suara OnlineSuara Online
Aa
Search
  • Pages
    • Home
    • Blog Index
    • Contact Us
    • Search Page
    • 404 Page
  • Categories
  • Personalized
    • My Saves
    • My Feed
    • My Interests
    • History
Follow US
Double Burden: Ketimpangan Beban yang Dialami Perempuan dan 4 Cara Mengatasinya!

Beranda – patriarki – Double Burden: Ketimpangan Beban yang Dialami Perempuan dan 4 Cara Mengatasinya!

Gaya Hidup

Double Burden: Ketimpangan Beban yang Dialami Perempuan dan 4 Cara Mengatasinya!

Suci Wulandari
Suci Wulandari  - Content Writer Web Developer
Share
SHARE

Suaraonline.com – Di era yang semakin modern seperti sekarang ini, perempuan semakin dilibatkan dalam segala hal dan aspek. Namun, ada kalanya justru pekerjaan yang diberikan menjadi sepenuhnya dilimpahkan kepada perempuan.

Contents
Mengapa Double Burden Itu Ada?Cara Mengatasi Double Burden1. Komunikasi2. Pembagian Tugas3. Sadarkan Diri4. Terapkan Reward dan Punishment

Double burden, sebuah fenomena pelimpahan beban pekerjaan berlebih kepada perempuan yang dimana perempuan menjadi memiliki peran ganda. Meskipun perempuan telah aktif bekerja di ruang publik, tetapi tetap dianggap wajib menyelesaikan pekerjaan rumah atau domestik seperti memasak, membersihkan rumah, atau mengurus anak.

Mengapa Double Burden Itu Ada?

Double burden dapat terjadi kepada perempuan yang biasanya meskipun sudah berumah tangga tetapi ia tetap bekerja. Hal ini membuat perempuan memiliki peran ganda dalam hidupnya. 

Adanya double burden ini juga lahir karena budaya patriarki yang masih saja meninggalkan jejak hingga saat ini. Laki-laki masih dianggap harus bisa mendominasi dalam segala bidang melebihi perempuan.

Sedangkan perempuan dianggap sebagai wilayah yang hanya fokus pada reproduktif. Meskipun perempuan telah bekerja sehari full, perempuan tetap wajib melakukan pekerjaan rumah tangga karena hal tersebut adalah kewajiban perempuan.

Padahal yang sesungguhnya, kehidupan rumah tangga adalah perihal komunikasi antar pasangan. Pekerjaan rumah tangga pun merupakan tugas suami istri dan bukan sepenuhnya hanya tugas istri.

Jika seorang laki-laki memahami peran dan kedudukan perempuan, maka perempuan tidak akan rentan menjadi korban double burden atau peran ganda ini.

Cara Mengatasi Double Burden

Double burden pada perempuan bisa dihilangkan terutama ketika sudah menjalani kehidupan rumah tangga bersama pasangan. Berikut ini adalah cara mengatasinya:

1. Komunikasi

Cobalah untuk mulai berkomunikasi dengan pasangan tentang keluhan dan beban yang ada. Komunikasi akan membantu pasangan untuk saling mengerti satu sama lainnya sehingga tidak akan terjadi kesalahpahaman.

2. Pembagian Tugas

Ketika sudah hidup bersama pasangan, cobalah untuk membuat daftar tugas atau pekerjaan rumah tangga dan mulailah untuk membagi setiap tugasnya. Pekerjaan rumah adalah basic skill yang harus bisa semua gender kuasai.

Tidak hanya bagi perempuan, pekerjaan rumah juga dibebankan kepada laki-laki. Beban ini menjadi tanggung jawab berdua karena hidup dalam satu rumah. Bukan berarti sebagai perempuan yang harus mengurus semuanya sendirian.

3. Sadarkan Diri

Ketika pekerjaan di rumah sudah semakin banyak, maka sadarkan diri perlunya kerjasama dalam menyelesaikan. Jangan sampai hal tersebut justru hanya dibebankan hanya kepada satu pihak saja. Kesadaran diri adalah hal yang perlu dalam memperbaiki sebuah hubungan.

4. Terapkan Reward dan Punishment

Reward dan punishment akan membantu pasangan untuk bisa jauh lebih bertanggung jawab terhadap tugas-tugasnya. Jika mampu menyelesaikan pekerjaan rumah, maka akan diberikan reward agar bisa semakin semangat.

Sebaliknya, jika tidak melakukannya dengan sengaja maka terapkan punishment atau hukuman agar tidak mengulangi kesalahan yang sama lagi.

Itulah tadi pembahasan mengenai alasan adanya double burden dan cara mengatasinya. Alangkah baiknya, perempuan dan laki-laki dapat bekerja sama dalam kehidupan rumah tangga agar tidak terjadi ketimpangan.

Perempuan harus tetap didukung untuk melakukan hobi yang ia sukai tanpa membuatnya harus merasa bersalah dengan pilihannya. Urusan pekerjaan rumah, laki-laki dan perempuan hendaknya memiliki porsi pembagian yang adil.

Baca Juga: Queen Bee Syndrome: Ketika Perempuan Merasa Tersaingi dan 5 Cara Mengatasinya!

Penulis: Suci Wulandari

TAGGED: patriarki, double burden
Share This Article
Facebook Twitter Copy Link Print
Leave a comment

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified Blog

Seedbacklink

Rumah Anak Surga

Hotel Karantina Qur’an

Rental Motor Semarang

You Might Also Like

Anak Rantau Tanpa Keterampilan Manajemen Waktu: Ini Dampaknya
ArtikelGaya Hidup

Anak Rantau Tanpa Keterampilan Manajemen Waktu: Ini Dampaknya

2 Min Read
Kenapa Keterampilan Komunikasi Dibutuhkan Anak Rantau?
ArtikelGaya Hidup

Kenapa Keterampilan Komunikasi Dibutuhkan Anak Rantau?

2 Min Read
5 Keterampilan Hidup yang Harus Dimiliki Anak Rantau
ArtikelGaya Hidup

5 Keterampilan Hidup yang Harus Dimiliki Anak Rantau

2 Min Read
Dampak Patriarki Pada Pola Pikir Anak Laki-laki
ArtikelGaya Hidup

Dampak Patriarki Pada Pola Pikir Anak Laki-laki

3 Min Read
Suara Online

Suaraonline.com : The voice of netizen

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Privacy Police
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?