Suaraonline.com – Fenomena perceraian di usia senja akhir-akhir ini kembali menjadi sorotan. Grey divorce, salah satu fenomena yang terjadi terhadap pasangan yang telah menikah dengan usia pernikahan rata-rata 20 tahun lebih dan pada akhirnya memilih untuk bercerai rata-rata pada usia 50 tahun.
Grey divorce terjadi karena dalam pernikahan tidak ada lagi keharmonisan dan dianggap kurang membahagiakan meskipun telah menjalin hubungan pernikahan puluhan tahun. Namun penyebab utama dari fenomena ini adalah karena konflik berkepanjangan yang sulit untuk diselesaikan.
Penyebab Grey Divorce
Adapun beberapa penyebab banyak sekali pasangan lanjut usia yang memilih untuk bercerai adalah sebagai berikut:
1. Pernikahan Kedua Justru Lebih Rentan
Banyak generasi tahun 70 an yang telah bercerai dan melanjutkan hidupnya dengan menikah kembali. Pernikahan yang kedua ini justru sering kali lebih rentan mengalami grey divorce.
2. Rumah yang Sudah Kosong
Anak-anak yang sudah semakin dewasa akan menikah dan menjalani kehidupannya sendiri sehingga ketika orang tua berusia lanjut ditinggalkan akan menganggap bahwa pernikahan hanya untuk tanggung jawab sebagai orang tua.
Setelah tugas menjadi orang tua selesai, maka banyak pasangan yang memilih untuk bercerai karena hubungan terasa semakin hambar.
3. Perceraian Tertunda
Banyak pasangan yang sebenarnya menunda perceraiannya karena demi anak atau urgensi lain. Saat tanggungan tersebut telah selesai, akhirnya mereka memilih untuk bercerai karena itu adalah opsi terbaik.
4. Penurunan Karir
Di usia senja, kehidupan karir akan tentu mengalami penurunan yang dimana seseorang yang berusia lanjut akan pensiun. Beberapa orang akan mengalami ketidakpuasan dalam hidup karena merasa tidak bisa produktif kembali dan akhirnya memilih untuk bercerai.
5. Perselingkuhan
Grey divorce juga dapat terjadi karena salah satu pasangan melakukan perselingkuhan. Perselingkuhan ini bisa saja terjadi meskipun kecil kemungkinan terjadi pasangan yang telah berusia senja.
Namun siapa sangka, banyak pasangan usia senja yang justru melakukan perselingkuhan dengan kembali pada cinta pertama atau seseorang yang ia cintai di masa lalunya.
6. Kebutuhan Finansial
Tidak semua pasangan di usia senja memiliki finansial yang bagus meskipun telah diberikan oleh anaknya.
Alasan kebutuhan finansial yang semakin membengkak juga bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya perceraian di usia senja. Mereka lebih memilih jalan hidupnya masing-masing agar tidak membebani satu sama lainnya.
Cara Mencegah Grey Divorce
Grey divorce juga dapat dicegah dengan beberapa cara supaya tidak terjadi. Berikut ini cara mencegahnya:
1. Pertimbangkan Dampak yang Dirasakan
Sebelum melakukan perceraian, pertimbangkan dampak yang akan terjadi dengan matang. Jangan sampai membuat keputusan karena emosional karena bukan hanya berdampak pada pasangan melainkan juga anak, harta, dan hal lainnya.
2. Menciptakan Komunikasi yang Terbuka
Sebelum hendak memutuskan bercerai, cobalah untuk melakukan komunikasi dengan pasangan secara terbuka. Jangan segan untuk menyampaikan segala masalah atau keluhan yang dihadapi selama ini untuk dicarikan solusi bersama.
3. Melakukan Rutinitas Baru
Usia senja adalah usia rawan akan kebosanan, ketika sudah ditinggalkan anak untuk merantau atau menikah, maka pasangan bisa melakukan hobi atau mencari rutinitas yang baru untuk mengurangi kebosanan tersebut sehingga hubungan semakin erat.
Itulah tadi pembahasan mengenai penyebab dan cara mencegah terjadinya grey divorce. Meskipun telah memasuki usia senja, namun dalam pernikahan tersebut justru sering kali mengalami guncangan badai pernikahan.
Untuk mencegah terjadinya perceraian tersebut, maka cara paling efektif adalah dengan melakukan komunikasi kepada pasangan. Tak hanya itu, dukungan anak dan kerabat juga menjadi faktor yang dapat mencegah terjadinya perceraian dengan diberikannya solusi.
Baca Juga: Mengenal Agoraphobia: Kepanikan yang Berujung Kecemasan Berlebih dan Kenali 5 Bentuk Gejalanya!
Penulis: Suci Wulandari




